Home Ekonomi Penggangguran dan Kemiskinan Global Meningkat Tajam Selama Pandemi
EkonomiNews

Penggangguran dan Kemiskinan Global Meningkat Tajam Selama Pandemi

Share
Penggangguran dan Kemiskinan Global Meningkat Tajam Selama Pandemi
Ilustrasi. Foto merdeka.com
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut hampir semua negara akan mengalami peningkatan pengangguran dan kemiskinan ekstrem Global pada tahun 2020. Hal ini disebabkan akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di belahan berbagai negara termasuk Indonesia.

“Kalau kita lihat secara global berbagai negara memang tingkat penganggurannya masuk double digit mulai dari Eropa, Italia, Amerika Serikat seluruhnya posisinya di atas 10 persen,” katanya dalam web dinar virtual, di Jakarta, Jumat (26/6/2020) dilansir merdeka.com.

Di Indonesia sendiri, selama pandemi ini yang tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan adalah 1,8 juta orang terverifikasi di-PHK dan menambah angka pengangguran. Sementara yang belum terverifikasi 1,2 juta dan ini menambah dari pada tingkat pengangguran tahun lalu yang besarnya sekitar 7 juta orang.

“Sehingga tentu akibat ini ada 10 juta orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan,” imbuh dia.

Mantan Menteri Perindustrian ini menambahkan, jika pandemi Covid-19 tidak ditangani dengan baik maka akan meningkatkan tingkat kemiskinan lebih tinggi lagi. Secara global tingkat kemiskinan ekstrem diperkirakan akan mencapai 712 juta jiwa. Angka ini meningkat dari sebelum adanya Covid-19 yang mencapai 577 juta orang.

Perkiraan Tingkat Kemiskinan

Sebelumnya, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa memperkirakan tingkat kemiskinan di Indonesia akan bertambah 10,63 persen, yakni dari 24,79 juta penduduk miskin menjadi 28,7 juta orang. Kondisi itu terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, setidaknya bakal ada penambahan jumlah penduduk miskin hingga 4 juta orang jika pemerintah tidak melakukan intervensi melalui program perlindungan sosial. Pemerintah sendiri telah mengucurkan dana ratusan triliun untuk jaring pengaman.

“Tanpa intervensi, tingkat kemiskinan bisa mencapai 10,63 persen, naik 4 juta orang dari 24 juta menjadi 28 juta,” jelas Suharso ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2019 lalu, tingkat kemiskinan sebesar 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta orang. Setidaknya dengan upaya pemerintah selama masa pandemi dengan program-program perlindungan sosial diharapkan mampu menekan jumlah penduduk miskin baru menjadi sekitar 1,2 juta hingga 2,7 juta.

“Dan mudah-mudahan secara rasio masih bisa satu digit,” jelas Suharso.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version