Home Hukum Penis terbakar saat dikhitan, dokter di Kalbar dilaporkan ke polisi
HukumNews

Penis terbakar saat dikhitan, dokter di Kalbar dilaporkan ke polisi

Share
Ilustrasi, Foto: thinkstock
Share

POPULARITAS.COM – Seorang dokter di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), dilaporkan ke polisi. Hal ini buntut penis bocah berusia 9 tahun terbakar saat dikhitan.

“Pada intinya saat ini kami masih berproses, masih dalam tahap penyelidikan. Kita sudah periksa orang tua pada anak yang sebagai pelapor,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Tri Prasetyo, dikutip dari Detik.com, Kamis (18/5/2023).

Polisi tengah meminta keterangan dari sejumlah pihak rumah sakit di Pontianak. Pasalnya, bocah tersebut sempat mendatangi 3 rumah sakit buntut penis terbakar.

“Ini kan dia sudah berobat di 3 rumah sakit. Saat ini kami tengah mengkonfirmasi ke rumah sakit itu,” terangnya.

Polisi masih akan berkoordinasi dengan beberapa ahli. Selanjutnya penyidik akan menentukan ada tidaknya unsur pidana di kasus ini.

“Setelah pengambilan keterangan ini barulah kita memanggil ahlinya. Itu biasanya dari tim IDI dan Universitas terkait ahli pidananya. Karena ini tindak pidana, masih berlanjut, nanti kita lihat bagaimana,” tuturnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

News

Pidie Jaya Mulai Prioritaskan Pemulihan Tambak Masyarakat Terdampak  Bencana

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memprioritaskan pemulihan tambak...

Exit mobile version