Home Ekonomi Penjelasan KBRI Belgia Terkait Isu Kopi Arabika Gayo Kandung Zat Kimia
EkonomiHeadline

Penjelasan KBRI Belgia Terkait Isu Kopi Arabika Gayo Kandung Zat Kimia

Share
Share

BANDA ACEH (popularitas.com): Dr Wahida Maghraby, Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belgium, di Brussel, menanggapi isu dan informasi, mengenai adanya kandungan zat kimia jenis glyphosate, pada produk kopi Arabica Gayo dari provinsi Aceh.

Kepada media ini, Senin, 14 Oktober 2019, Ia menjelaskan agar, isu dan informasi tersebut tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Sebab, katanya, hingga saat ini, secara resmi, tidak ada notifikasi secara resmi, berupa Rapid Alert Systems for Food and Feed atau RASFF, kepada otoritas kompeten di tanah air, maupun kepada pihak KBRI di Brussel.

Ia melanjutkan, notifikasi RASFF tersebut, akan dikeluarkan di pelabuhan pertama yang dimasuki di kawasan Uni Eropa. Nah, dari berita dan informasi yang didapatkan pihaknya, hingga saat ini tidak ada notifikasi, sebab belum ada shipment atau pengapalan.

“Yang baru dikirimkan sample, notifikasi akam dikeluarkan dari shipment atau pengapalan,” terangnya.

Selain itu juga, terkait adanya informasi tersebut, tambahnya, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa, Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian RI, telah melakukan pendalaman, dan penelitian.

Wahida juga menjelaskan, Uni Eropa, memiliki aturan ketat terkait dengan glyphosate, dan peraturan itu, berlaku untuk semua produk pertanian yang masuk ke pasar EU, atau Eropa Union, baik yang dihasilkan oleh anggotanya, maupun negara partner dagang.

“Jadi, aturan glyphosate di EU ini, berlaku sama untuk semua produk pertanian yang masuk,” terangnya.

Sebab itu, Ia menekankan, pentingnya meminimalkan penggunaan pestisida untuk pembasmian gulma, jika ingin mempertahankan akses pasar ke Uni Eropa. Dan menjadi penting juga, untuk diketahui, sejauh mana penggunaan pestisida jenis round up dan lainnya, yang mungkin selama ini digunakan petani.

“Penggunaan pestisida jenis apapun, harus ditiadakan, atau diminimalkan untuk tetap mempertahankan akses pasar ke EU,” tegasnya. (SKY)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

EkonomiNews

Sssttt…! Sekarang Ada Mi dari Umbi, Begini Tekstur & Rasa Dibanding Tepung Terigu

POPULARITAS.COM – Mi merupakan bahan makanan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan...

EkonomiNews

Berikut Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU, Berlaku 1 Juni 2026

POPULARITAS.COM – Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi pada awal...

EkonomiNews

BSI Region Aceh Distribusikan 282 Hewan Kurban di Wilayah Aceh

POPULARITAS.COM — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Region Aceh mendistribusikan 282...

Exit mobile version