Home Internasional Pentagon Bersiap Ganti Nama Jadi Departemen Perang
InternasionalNews

Pentagon Bersiap Ganti Nama Jadi Departemen Perang

Share
Poto : AntaraNews
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menandatangani perintah eksekutif pada Jumat (5/9/2025). ini untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi “Departemen Perang.”

Melansir Sunday World, informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis (4/9/2025). Langkah ini dinilai akan semakin melekatkan jejak politik Trump pada lembaga pertahanan terbesar di negeri itu.

Rancangan perintah eksekutif itu akan memberi kewenangan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan jajarannya untuk menggunakan sebutan resmi baru seperti menteri perang, departemen perang, serta wakil menteri perang dalam komunikasi publik dan dokumen formal. Hegseth juga diminta menyiapkan rekomendasi legislatif maupun eksekutif agar perubahan nama ini dapat berlaku permanen.

Trump sebelumnya memang dikenal gemar mengganti nama sejumlah lembaga dan lokasi, termasuk mengembalikan nama pangkalan militer yang sempat diubah setelah gelombang protes rasial.

Meski perubahan nama departemen memerlukan persetujuan Kongres, mayoritas tipis Partai Republik di Senat dan DPR diyakini memberi peluang besar bagi Trump untuk mewujudkan idenya.

Sejarah mencatat, Pentagon pernah bernama Departemen Perang hingga 1949 sebelum berubah menjadi Departemen Pertahanan seusai Perang Dunia II. Jika kembali diganti, prosesnya akan menelan biaya besar, termasuk pembaruan papan nama, kop surat, hingga identitas resmi di seluruh instalasi militer AS.

Langkah Trump ini menuai pro dan kontra. Pendukungnya menilai nama baru lebih merepresentasikan etos prajurit, sementara kalangan Demokrat menyebutnya pemborosan dan upaya politisasi militer.

Senator Demokrat Tammy Duckworth, seorang veteran perang, menilai dana besar seharusnya dialokasikan untuk mendukung keluarga prajurit dan diplomasi, bukan sekadar perubahan simbolis.

Trump berargumen bahwa istilah pertahanan terlalu defensif. Menurutnya, Amerika Serikat juga harus siap bersikap ofensif jika diperlukan.

Ia bahkan menyebut perubahan nama ini sebagai upaya mengembalikan warisan sejarah Pentagon yang sempat dihapus demi alasan politik yang benar

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version