Home Kesehatan Penyebab stunting di Aceh tinggi sebab sanitasi buruk dan pola asuh salah
KesehatanNews

Penyebab stunting di Aceh tinggi sebab sanitasi buruk dan pola asuh salah

Share
Penyebab stunting di Aceh tinggi sebab sanitasi buruk dan pola asuh salah
Kepala BKKBN Aceh Sarfina Salim, saat bertemu dengan Pj Bupati Simeulue Ahmadlyah, Rabu (11/10/2023). FOTO : BKKBN Aceh
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim mengatakan, beberapa penyebab angka stunting tinggi di provinsi ujung barat Sumatra ini, diantaranya sanitasi buruk, pola asuh salah, gizi kronis, anemia dan sejumlah masalah lainnya.

Hal tersebut disampaikan Sarfina Salim, dalam pertemuannya dengan Pj Bupati Simeulue Ahmadlyah, Rabu (11/10/2023). Dalam kunjungannya ke kabupaten berjuluk ate fulawan itu, Ia juga bertemu dengan 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Yurnalesti dan Ketua Koalisi Kependudukan Aceh, Saiful Mahdi.

Ia melanjutkan, penting bagi keluarga untuk perhatikan 1.000 hari pertama kelahiran (HPK). Sebab, di periode itulah harus benar-benar dikawal agar bayi yang lahir tumbuh dengan baik dan sehat.

Jika hal ini jadi perhatian semua pihak, maka tidak akan ada kasus stunting, baik di Simuelue maupun di Aceh, tambahnya.

Karna itu, dirinya meminta kepada Tim pendamping keluarga (TPK) untuk jadi garda terdepan dalam pencegahan dan percepatan penurunan stuntung di daerah ini. Terutama dalam pengawalan sejak calon pengantin hingga 1.000 HPK dengan baik, sambungnya.

Safrina Salim mengharapkan pada 2023, kasus stunting pulau terluar Aceh tersebut dapat  turun signifikan.

“Komitmen pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue cukup tinggi, semoga hasil hasil SKI akhir tahun ini, kasus Stunting di Simeulue turun signifikan” pungkasnya.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting di Simeulue tahun 2021 sebesar 25,9% dan naik menjadi 37,2% pada tahun 2022.

Jika pada 2021 prevalensi stunting Simeulue berada pada urutan kelima terendah di kabupaten/kota di Aceh, namun pada tahun berikutnya berada pada urutan keempat tertinggi di Aceh.

Hasil audit kasus stunting di dari para pakar, kasus menikah muda masih tinggi, pola asuh, anemia, prilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang, gizi kronis dan sanitasi buruk menjadi penyebab kasus Stunting di Simeulue dan Aceh.

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version