Home News Perkantoran Jadi Klaster Baru Covid-19, Perhatikan Lagi Hal Ini
News

Perkantoran Jadi Klaster Baru Covid-19, Perhatikan Lagi Hal Ini

Share
Korea Selatan Bantu Indonesia Alat PCR, Bisa Periksa 32.200 Pasien Corona
Ilustrasi. (foto: pasardana)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Perkantoran menjadi klaster merebaknya pandemi virus corona. Oleh karena itu, kata satu pengembang, diperlukan ketegasan mengenai pembagian tugas kerja yang terjadwal agar tidak menumpuk secara bersamaan di kantor masing-masing.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan saat ini merebak klaster baru di perkantoran. Namun, hal itu terjadi tergantung pada kesigapan dari para pelaku usaha. Sejak awal harus diantisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Jadwal WFH [work from home] harus tetap diadakan meskipun ada pelonggaran PSBB atau masa transisi karena pandemi Covid ini belum ada yang dapat memprediksi kapan akan berakhir,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2020.

Menurutnya, para penyelenggara usaha properti harus tetap secara tegas menerapkan aturan protokol kesehatan.

Para pemilik maupun penyewa gedung juga harus mengimbau para pegawai kantor untuk selalu memakai masker, menyediakan disinfektan dan tempat cuci tangan dengan cairan sanitasi yang memadai.

Selain itu, perlu juga diperhatikan jarak masing personal saat pertemuan dan traveling antarproyek.

“Meeting dan traveling antar-project yang tidak diperlukan lagi, bisa melalui tatap muka daring atau gunakan media Zoom misalnya,” katanya.

Alvin menambahkan penyiapan makan siang atau lainnya disediakan oleh kantor agar para karyawan tidak banyak interaksi di luar kantor.

Selain itu, bagi para tamu yang hadir harus diperlengkapi protokol kesehatan yakni minimal disiapkan hand sanitizer dan masker.

Dia juga mengimbau agar setiap perkantoran memiliki tim gugus tugas Covid-19.

“Gugus tugas Covid 19 di setiap kantor harus selalu dievaluasi. Disiplin para pekerja dalam kantor harus selalu diawasi dan juga rapid test secara massal maupun polymerase chain reaction atau swab test harus dilakukan,” tutur Alvin.

Sumber: Bisnis

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version