POPULARITAS.COM – Perusahaan migas Rusia, Sakhalin Energy, menyatakan minat untuk berinvestasi di Aceh. Hal itu disampaikan dalam pertemuan manajemen Sakhalin Energy dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar pada Senin (8/9/2025) di Roscongress Club, Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia.
Pada pertemuan dengan Manajemen Sakhalin Energy, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Muhammad Raviq, Konsul Kehormatan RI untuk Federasi Rusia Anton A. Zubko, dan Sekretaris Tatyana Andriyevna.
Pertemuan selama satu jam yang dihadiri Direktur Keuangan Sakhalin Energy, Roman Sinitsky, serta Direktur Pemasaran Andrey Okhotkin ini, membahas peluang kerja sama sektor minyak dan gas di Aceh, termasuk skema joint venture.
“Pihak Sakhalin Energy menyampaikan ketertarikan untuk menanamkan modal di Aceh sebagai bagian dari ekspansi mereka ke Asia Tenggara,” kata Malik Mahmud.
Dalam pertemuan itu, Malik Mahmud juga memaparkan potensi investasi Aceh, mulai dari kekayaan sumber daya alam, letak geografis strategis di jalur pelayaran internasional, hingga capaian perdamaian dua dekade terakhir yang menjadi fondasi stabilitas politik dan keamanan.
“Kita turut membahas kemungkinan pengangkutan gas dari Sakhalin melalui Aceh ke negara-negara lain,” ujarnya.
Malik Mahmud juga menyebutkan pihak manajemen perusahaa. Sakhalin Energy merespons positif pemaparan tersebut. ” Mereka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Aceh tahun ini untuk meninjau langsung potensi energi dan memperdalam peluang kerja sama investasi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sakhalin Energy adalah anak usaha yang dikendalikan Gazprom, raksasa energi milik negara Rusia, dengan status strategis karena mengelola proyek energi besar Rusia di Pasifik, yakni Sakhalin-2.
Proyek tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil utama minyak dan gas alam cair (LNG) Rusia, dengan pasar utama di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Leave a comment