Home News Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral
News

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Share
Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral. Foto : HO/Antara | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri, hingga jajaran Kejaksaan, agar terus melakukan introspeksi dalam menjalankan amanah jabatan. Pesan itu disampaikan saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio, pidato presiden itu lebih dari sekadar teguran namun “instruksi moral” kepada aparat agar tidak lupa dari mana kewenangan mereka berasal.

“Ini bukan sekadar teguran biasa, ini masuknya perintah. Dia cuma mau mengingatkan agar aparat berhenti merasa menjadi pemilik negara dan ingat bahwa mereka hanya dititipi amanah oleh rakyat,” ujar Hensa, Minggu (12/7/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai, kalimat Presiden yang menyebut “sepatu, bintang, topi” berasal dari rakyat merupakan simbol bahwa pangkat dan jabatan bukanlah hak istimewa yang melekat seumur hidup.

“Kalau masih ada aparat yang merasa pangkat dan seragam membuat dirinya lebih tinggi dari rakyat, berarti dia gagal memahami pesan Presiden di Lombok itu. Pangkat itu diberikan rakyat, bukan turun dari langit,” katanya.

Pernyataan Presiden juga menjadi peringatan bahwa aparat tidak boleh memaknai loyalitas hanya sebatas kepada atasan atau institusi. Loyalitas tertinggi, kata dia, harus ditujukan kepada kepentingan rakyat, sesuai pesan Prabowo di pidato itu.

“Kalimat Presiden bahwa rakyat tidak ingin korupsi sebenarnya sederhana, yang rumit justru kalau masih ada aparat yang pura-pura tidak mendengar. Kalau pesan sejelas ini masih dianggap angin lalu, berarti persoalannya bukan lagi pada Presiden, melainkan pada telinga para aparatnya,” ucap Hensa.

Ia pun menilai, publik selama ini tidak pernah menuntut hal yang muluk-muluk. Masyarakat hanya menginginkan negara hadir melalui aparat yang bekerja dengan jujur, adil, dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Rakyat kan selama ini tidak meminta aparat menjadi malaikat, cukup adil dan jangan menjadi beban. Jangan sampai seragam yang seharusnya melindungi justru membuat rakyat merasa takut, dan saya kira itu inti yang ingin ditegaskan Presiden dalam pidatonya,” tuturnya.

Ia menilai, efektivitas pidato presiden akan terlihat dari perubahan cara kerja aparat dalam melayani masyarakat.

“Dalam politik, pesan pemimpin baru memiliki dampak ketika diterjemahkan menjadi perilaku birokrasi. Karena itu, publik akan melihat konsistensi aparat dalam menjalankan arahan Presiden, bukan hanya substansi pidatonya,” tutup Hensa.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ricuh pertandingan sepak bola, Bendahara JMSI Aceh Utara alami pemukulan oleh dua anggota TNI

POPULARITAS.COM – Haiqal Alfikiri, Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, alami cidera serius, dan...

News

Dibeli pakai uang negara miliran, Mobil operasional Damkar ‘dikuasai’ Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Pidie

POPULARITAS.COM – Mobil operasional jenis Fire Jeep, milik Pemkab Pidie yang diperuntukan...

InternasionalNews

Kondisi Kesehatan Raja Norwegia Memburuk, Keluarga Batalkan Semua Agenda

POPULARITAS.COM – Raja Harald dari Norwegia yang berusia 89 tahun dilaporkan berada...

EdukasiNews

Manuskrip Al-Qur’an 180 Tahun dari Aceh Didigitalisasi

POPULARITAS.COM – Sebuah manuskrip Al-Qur’an berusia sekitar 180 tahun yang merupakan peninggalan...

Exit mobile version