POPULARITAS.COM – Petani di Gampong Beunot, Meureud, Pidie Jaya dipastikan rugi total. Hal itu akibat lahan sawah yang mereka tanami seluas 20 hektar, alami puso dan gagal panen.
Akibatnya, tanaman penghasil beras itu tak bisa di panen sebab mati sebelum memasuki masa pemanenan.
Amatan popularitas.com, hamparan tanaman padi di wilayah tersebut terlihat sudah mengering dan berwarna coklat.
Keuchik Gampong Beunot, Khairul Amani dalam keterangannya menyebutkan, luas total tanaman padi di wilayah tersebut yang gagal panen diperkirakan capai 20 hektar.
Jumlah tersebut tersebar di dua hamparan wilayah Gampong Beunot, tepatnya area Blang Tunong yang berlokasi di pinggir jalan nasional dan Blang Baro di belakang perkampungan setempat. “Total gagal panen sekitar 20 hektar,” kata Khairul Amini kepada popularitas.com, Kamis (24/9/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Pidie Jaya, M Nur saat di konfirmasi popularitas.com mengakui, tanaman padi di wilayah Beunot alami puso seraya melimpahkan penyebab gagal tersebut ke petani akibat telat melakukan cocok tanam padi.
Dia berkilah, Dinas Pertanian tidak pernah mengarahkan petani setempat untuk melakukan tanam padi.
“Kami kemarin tidak pernah mengarahkan untuk tanam padi. Cuma karena keinginan masyarakat ada kegiatan makanya dilakukan penanaman padi. Padi kalau sudah telat memang begitu (puso),” kilahnya.
M Nur bahkan mengklaim, luas lahan tanaman padi yang gagal panen di Gampong Beunot hanya setengah hektar.
Pernyataan tersebut sangat bertolak belakang dengan data luas lahan gagal panen yang disampaikan oleh Keuchik Beunot yang jumlahnya sekira 20 hektar.
Ikwal kerugian petani itu, M Nur sebut Dinas Pertanian tidak miliki kebijakan apapun terkait puso tersebut. “Kerugian masyarakat, karena itu hamparannya kecil untuk sementara belum ada,” ungkapnya.


Leave a comment