Home News Pidie Jaya Minta Balai Pengairan Atasi Sungai Dangkal Guna Cegah Banjir
News

Pidie Jaya Minta Balai Pengairan Atasi Sungai Dangkal Guna Cegah Banjir

Share
Kepala BPBD Pijay M Nasir | Foto: Nurzahri
Share

MEUREUDU (popularitas.com) – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya tidak memiliki cara untuk menanggulangi bencana banjir di daerah setempat yang langganan terjadi setiap kali musim penghujan tiba. Apalagi banjir kerap terjadi akibat luapan air sungai yang dangkal dan tidak begitu luas, yang ada di kawasan Pidie Jaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M Nasir kepada popularitas.com, Sabtu, 23 November 2019.

Lebih lanjut, M Nasir mengatakan, sungai dangkal merupakan wilayah kerja Balai Pengairan selaku otoritas penanggung jawab secara nasional.

“Itulah, kalau untuk kabupaten tidak ada cara. Tapi sudah diusulkan ke Balai Pengairan, sungai harus didalami lagi, dan juga harus diperluas,” kata M Nasir.

M Nasir memastikan jika kondisi tersebut tidak diatasi, maka banjir akan selalu melanda daerah setempat kala musim penghujan tiba.

“Karena begini, sungai itu bukan milik (tanggung jawab) Pidie Jaya, tapi sungai itu milik Balai. Balai itu secara nasional. Nasional yang tangani. Jadi tugas kita setiap ada bencana (banjir) perkejadian harus kita lapor memang sering kita lapor,” tambahnya.

Dia menyebutkan pihak Balai Pengairan sudah pernah meninjau langsung ke lokasi Krueng Meureudu saat terjadi banjir beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi sungai yang dangkal tersebut ke Balai Pengairan Aceh, dan sudah pernah mengikuti rapat dengan penanggung jawab balai secara nasional itu.

“Cuma secara nasional berhubung ada bencana gempa, jadi banyak diprioritaskan bangun rumah dulu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan dengan intensitas sedang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, pada Jumat malam, 22 November 2019, mengakibatkan empat kecamatan di daerah setempat dilanda banjir. Ke empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Trienggadeng dan Pante Raja.

Air luapan sungai mulai menggenangi 19 gampong di empat kecamatan itu sekitar pukul 22.00 WIB. * (C-005)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

Exit mobile version