Home Internasional Polisi Israel Jaga Ketat Masjid Al-Aqsa, Izin Ibadah Ramadan Dibatasi
InternasionalNews

Polisi Israel Jaga Ketat Masjid Al-Aqsa, Izin Ibadah Ramadan Dibatasi

Share
Masjid Al-Aqsa. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Kepolisian Israel mengumumkan pengerahan pasukan besar-besaran di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang bulan suci Ramadan 2026 yang dimulai pekan ini. Langkah ini dilakukan di tengah tudingan pejabat Palestina mengenai adanya pembatasan akses ibadah di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Kompleks Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur secara tradisional menjadi pusat ibadah bagi ratusan ribu warga Palestina selama bulan puasa. Arad Braverman, perwira senior Kepolisian Yerusalem, menegaskan bahwa personel keamanan akan bersiaga siang dan malam di seluruh area kompleks dan sekitarnya.

Pihak kepolisian memprediksi kerumunan terbesar akan terjadi pada saat salat Jumat. Braverman menyatakan ribuan polisi disiagakan khusus untuk mengantisipasi kepadatan tersebut. Terkait akses bagi warga Palestina dari Tepi Barat, kepolisian merekomendasikan penerbitan 10.000 izin masuk khusus ke Yerusalem.

Meski demikian, perincian batasan usia belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. “Jumlah akhir orang akan diputuskan oleh pemerintah,” ujar Braverman singkat mengenai kebijakan kuota jemaah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina melaporkan bahwa izin masuk kemungkinan besar tetap dibatasi untuk pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, serupa dengan kriteria tahun lalu.

Selain masalah izin, pihak otoritas Israel dituduh menghalangi Waqf Islam, badan pengelola situs yang berafiliasi dengan Yordania dalam melakukan persiapan teknis. Hambatan tersebut meliputi larangan pemasangan peneduh (tenda) serta pendirian klinik medis sementara di area kompleks.

“Sebanyak 33 karyawan kami telah dilarang memasuki kompleks pada minggu sebelum Ramadan,” ungkap seorang sumber dari Waqf yang mengonfirmasi adanya pembatasan aktivitas operasional tersebut.

Kompleks Al-Aqsa merupakan simbol krusial identitas Palestina sekaligus titik konflik yang sensitif. Berdasarkan kesepakatan status quo, umat Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks tersebut tetapi dilarang keras untuk berdoa di sana.

Meskipun Braverman menegaskan bahwa tidak ada rencana perubahan aturan, kekhawatiran Palestina terus meningkat. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah tokoh ultranasionalis Yahudi dalam beberapa tahun terakhir yang secara terbuka menantang larangan doa di lokasi tersebut, termasuk saat momen politik pada 2024 dan 2025 lalu.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version