Home News Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggotnya
News

Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggotnya

Share
Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggotnya. (rep)
Share

POPULARITAS.COM – Polisi di Angren, kota di Timur Uzbekistan telah memaksa puluhan Muslim untuk mencukur jenggot mereka. Kebijakan yang banyak dikritik organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam negeri dan internasional.

Seorang penduduk kota mengaku kepada RFE/RL, Selasa (8/6), pada sehari sebelumnya dia telah dipanggil ke kantor polisi. Bersama lusinan pria lainnya, ia dipaksa mencukur jenggotnya.

“Polisi memperingatkan kami jika menolak mencukur jenggot, mereka akan melakukannya dengan paksa. Mereka mengambil foto kami sebelum dan sesudah jenggot dicukur,” kata pria itu yang dirahasiakan namanya.

“Semua pria yang dipanggil ke polisi dipaksa untuk mencukur jenggot adalah Muslim yang taat. Ketika kami mencoba untuk memprotes, menuntut untuk menunjukkan kepada kami undang-undang yang melarang jenggot, polisi mengatakan “jenggot Anda berbeda dari yang dimiliki pria lain, dan Anda terlihat berbeda.” Kami yang mencoba menolak bercukur diperingatkan akan didakwa dengan ketidaktaatan kepada polisi.  Tidak ada cara lain bagi kami selain mengikuti perintah mereka,” kata pria lain kepada RFE/RL.

Pejabat polisi kota Angren tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Ada banyak laporan dalam beberapa tahun terakhir tentang polisi yang mencari pria berjenggot panjang di Uzbekistan. Sebuah kampanye yang dianggap sebagai upaya untuk memerangi Islam radikal di negara berpenduduk 32 juta jiwa tersebut.

Pada bulan lalu, sebuah video yang beredar di internet menunjukkan seorang polisi di Timur Namangan menginstruksikan bawahannya untuk mencari pria berjenggot, memaksa mereka mencukur, dan mendokumentasikan prosesnya.

Pihak berwenang telah menolak laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa dalam beberapa kasus warga diminta mencukur jenggotnya agar memiliki penampilan yang sesuai dengan foto dalam dokumen kependudukan.

Ketua kelompok HAM Ezgulik di Tashkent, Abdurakhman Tashanov, mengatakan kepada RFE/RL bahwa organisasinya telah mencatat banyak kasus di mana polisi memaksa Muslim mencukur jenggotnya.

“Memiliki jenggot adalah masalah pribadi. Adalah salah untuk menganiaya seseorang atau memaksa seseorang untuk mencukur. Namun, di negara kita, jenggot dianggap sebagai tanda radikalisme Islam dan pria berjenggot diperlakukan dengan prasangka,” kata Tashanov.

Sumber: Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...

News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

Exit mobile version