Home News Politisi oposisi Rusia ditahan di Moskow
News

Politisi oposisi Rusia ditahan di Moskow

Share
Politisi oposisi Rusia ditahan di Moskow
Orang-orang menyalakan lilin pada acara peringatan Hari Kenangan dan Dukacita Rusia di St. Petersburg, Rusia, Selasa (21/6/2022). Pada 22 Juni 1941, Jerman Nazi menyerang Uni Soviet dan Perang Patriotik Raya tahun 1941-1945 dimulai yang kemudian diperingati oleh warga Rusia sebagai Hari Kenangan dan Dukacita. ANTARA FOTO/Xinhua/Irina Motina/rwa.
Share

POPULARITAS.COM – Politisi oposisi terkemuka Rusia Ilya Yashin ditahan di Moskow pada Senin, seorang pengacara untuk tokoh oposisi dan seorang jurnalis Rusia mengatakan di akun media sosial mereka.

Irina Babloyan, seorang jurnalis dan pembawa acara di stasiun radio Ekho Moskvy yang sekarang sudah tidak beroperasi, mengatakan bahwa Yashin ditahan saat keduanya berjalan bersama.

“Saya sedang berjalan dengan teman saya, Ilya Yashin, di taman … Polisi datang dan membawa Ilya pergi,” kata Babloyan di aplikasi pesan Telegram.

Pengacara Vadim Prokhorov, yang telah mewakili banyak tokoh oposisi Rusia, juga mengatakan Yashin berada dalam tahanan polisi karena dugaan pelanggaran administratif terkait tindakan tidak mematuhi seorang perwira polisi.

“Saya tidak diizinkan mengunjungi Departemen Kepolisian Luzhniki (Moskow) untuk (melihat) Ilya Yashin yang ditahan,” katanya di halaman Facebook-nya.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan-laporan itu secara independen. Tidak ada konfirmasi resmi penahanan itu dari pihak berwenang Rusia.

Penahanan Yashin adalah yang terbaru dalam tindakan keras yang lebih luas dan berlangsung lama terhadap penentang Kremlin. Politisi oposisi Alexei Navalny adalah kritikus Kremlin paling terkenal yang dipenjara, menjalani hukuman 11 tahun 6 bulan.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, ribuan orang telah ditahan dalam protes di puluhan kota di seluruh Rusia.

Yashin, seorang wakil kota untuk distrik Krasnoselsky Moskow, adalah seorang kritikus yang blak-blakan terhadap perang yang oleh Kremlin disebut sebagai “operasi militer khusus”.

“Saya tinggal di Rusia,” cuit Yashin pada 7 Maret.

“Saya telah mengatakan sebelumnya dan saya terus mengulangi: Rusia dan Ukraina tidak boleh saling membunuh. Jika saya ditakdirkan untuk berakhir di penjara karena pidato anti pperang, saya akan menerimanya dengan bermartabat.” (Reuters/ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...

Exit mobile version