Home Ekonomi Produksi padi di Aceh tahun 2023 menurun
EkonomiNews

Produksi padi di Aceh tahun 2023 menurun

Share
Semasa bencana, Bulog serap 6.547 ton gabah petani di Aceh
Iustrasi. FOTO : sindonenews)
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat penurunan produktivitas pada di tahun 2023. Menurut lembaga itu, di tahun ini produksi padi diperkirakan 1,39 juta ton GK. Hal tersebut berarti terjadi penurunan sebesar 115,98 ribu ton GKK jika dibandingkan tahun 2022 1,51 juta ton GKG.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi persnya, Selasa (1/11/2023) di Banda Aceh.

Menurut dia, penurunan hasil produksi padi di tahun 2023 tersebut, disebabkan luas panen juga lamai penurunan. Di tahun ini, luas panen diperkirakan 354,32 ribu hektar, sementara di tahun 2022 dluas panen capai 271,75 ribu hektar, atau ada penurunan sebesar 17,43 ribu hektar.

Sementara itu, sambungnya, produksi berasa untuk konsumsi pangan diperkiarakan sebesar 0,8 juta ton, atau alami penurunan sebanyak 66,82 ribu ton atau 7,68 persen dibandigkan dengan produksi berasa di tahun 2022 yang sebesar 0,87 juta ton, demikian Ahmadriswan.

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version