Home News Prof Syamsul: Mentalitas Masyarakat Jelang Pilkada Harus Diperbaiki
NewsPolitik

Prof Syamsul: Mentalitas Masyarakat Jelang Pilkada Harus Diperbaiki

Share
Aceh cocok dikembangkan destinasi wisata petualangan
Akademisi dari UIN Ar-Raniry, Prof Syamsul Rijal (Istimewa)
Share

POPULARITAS.COM – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Syamsul Rijal menilai pentingnya perbaikan mentalitas masyarakat dan sosok calon kepala daerah jelang pelaksanaan Pilkada Aceh.

“Memang dalam kontestasi politik kesalahan dan kekeliruan acap kali muncul. Namun, sebagai manusia bijak tentu bisa disikapi bahwa hal-hal yang memang itu meninggalkan sentimen tidak baik, mentalitas tidak baik antar warga itu bisa dihapus atau dihilangkan,” kata Syamsul kepada popularitas.com, Senin (15/2/2021).

Terkait Pilkada Aceh, Guru Besar Filsafat Islam itu tak mempersoalkan kapan pelaksanaannya. Di satu sisi, katanya, pelaksanaan Pilkada Aceh memang harus seusuai regulasi yang ada, yakni Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Di tengah perdebatan tentang Pilkada Aceh, Syamsul menginginkan ada juga pihak-pihak yang mendiskusikan bagaimana sosok calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota untuk satu periode mendatang.

“Jadi harus ada edukasi politik terhadap warga, juga bagaimana calon yang terjun di dalam pemilihan kepala daerah itu siap menang dan siap kalah. Itu tidak ada gaungnya didiskusikan,” tutur Syamsul.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menilai pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat di semua lapisan, sehingga mereka tak salah memilih pemimpinnya. Masyarakat juga harus dipulihkan dengan traumatis pemimpin masa lalu.

Dengan demikian, kata Syamsul, maka akan melahirkan pilkada yang adil dan jujur. Sehingga, pesta demokrasi dalam 5 tahun sekali ini melahirkan sosok pemimpin yang benar-benar mementingkan kepentingan rakyat.

“Jadi kesiapan mentalitas, belajar dari proses pilkada masa lalu, yang itu meninggalkan traumatis bagi warga ataupun bagi calon yang maju dalam pilkada, itu sebenarnya dalam sistem pendidikan politik itu dimunculkan, didiskusikan, sehingga tidak terulang kesalahan yang sama,” katanya.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version