Home News Program Stikering BBM Bersubsidi Dicabut
News

Program Stikering BBM Bersubsidi Dicabut

Share
Surat Edaran Gubernur Aceh soal pencabutan stikering BBM bersubsidi. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh mengakhiri program stiker bagi kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi. Pencabutan itu diduga pelaksanaannya di lapangan belum berjalan efektif.

Dalam surat bernomor 540/14661 yang ditandatangani Plt Gubernur Nova Iriansyah itu menyebutkan, Surat Edaran Gubernur Aceh nomor 540/9186 tanggal 2 Juli 2020 tentang program stikering pada kendaraan perlu dicabut dan ditinjau ulang.

“Mengingat usulan DPRA karena pelaksanaan di lapangan belum berjalan efektif, maka perlu dicabut dan ditinjau kembali pelaksanaannya,” sebut poin dalam surat tersebut yang dikutip popularitas.com, Jumat (16/10/2020).

Selanjutnya Pemerintah Aceh menyarankan agar pihak Pertamina mengambil langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana masa program stikering belum dilakukan.

Menanggapi surat tersebut, Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani akan mengecek kembali surat pencabutan itu.

“Sedang saya verifikasi otentiknya,” kata Saifullah.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus 2020 Pemerintah Aceh mulai menertibkan kendaraan roda empat yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi. Ini dilakukan untuk menjaga kouta BBM subsidi baik biosolar dan premium serta tetap stabil.

Setiap kendaraan roda empat yang menggunakan BBM bersubsidi diwajibkan untuk menempelkan stiker khusus. Hal ini seperti tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Provinsi Aceh nomor 540/9186 tahun 2020 tentang Program Stikering pada Kenderaan sebagai Strategi untuk Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang Tepat Sasaran.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat itu mengatakan bahwa pihaknya berperan turut mengawasi dan menjaga kuota BBM premium dan BBM subsidi biosolar yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

“Selanjutnya Pemerintah Aceh bersama Pertamina menerapkan program ‘Stiker BBM Bersubsidi’. Melalui program ini, kendaraan roda empat yang mengkonsumsi biosolar dan premium wajib ditempeli stiker sebagai alat kontrol,” kata Nova, Rabu (19/8/2020).

Namun kebijakan itu kembali dicabut oleh Pemerintah Aceh. Sejumlah pihak juga banyak yang memprotes kebijakan itu. Protes stikering BBM bersubsidi itu datang dari DPRA hingga LSM.

Reporter: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Prabowo Ungkap Kunci Perdamaian ASEAN Di Forum Ekonomi Rusia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dialog dan musyawarah menjadi kunci dalam...

News

Basarnas Banda Aceh Dorong Sekolah Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

POPULARITAS.COM  — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong penguatan kesiapsiagaan...

NewsTransportasi dan Logistik

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

POPULARITAS.COM  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terus melakukan percepatan terwujudnya rute...

News

Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas...

Exit mobile version