Home Ekonomi Program Tak Tepat Sasaran Dinilai Dongkrak Angka Kemiskinan di Aceh
EkonomiNews

Program Tak Tepat Sasaran Dinilai Dongkrak Angka Kemiskinan di Aceh

Share
Dampak Covid-19 salah satu Penyebab Kemiskinan di Aceh Bertambah
Ilustrasi. (foto: kontan)
Share

POPULARITAS.COM – Triliunan rupiah dana otonomi khusus ditambah dengan berbagai sumber lainnya  yang dialokasikan untuk provinsi Aceh ternyata dinilai tidak mampu membuat Aceh semakin hebat dan berkembang pesat.

Kini Provinsi Aceh kembali dengan bertengger sebagai daerah termiskin di Sumatera. Ketua Yayasan Aceh Kreatif, Delky Nofrizal Qutni menilai, alokasi anggaran yang cukup besar di Aceh tidak mampu mendongkrak perekonomian di Aceh. Sehingga warga miskin semakin bertambah.

Bahkan ia menduga, kucuran anggaran yang besar hanya menyasar orang-orang tertentu tanpa sampai ke masyarakat.

“Sumber anggaran yang besar belum begitu menyentuh masyarakat menengah ke bawah,” kata Delky Nofrizal Qutni dalam keterangannya, Selasa (16/02/2021).

Sebelumnya BPS telah merilis bahwa pada September 2019 tahun lalu sebelum terdampak COVID-19, kemiskinan Aceh sebesar 15,01%, kemudian turun pada Maret 2020 (menjadi) sebesar 14,99%, dan September 2020 dengan adanya pandemi COVID-19 tidak hanya di Aceh tapi juga nasional, kemiskinan Aceh meningkat menjadi 15,43%.

Pada september 2020 sebanyak 833,91 ribu orang. Jumlah itu bertambah 19 ribu orang dibandingkan Maret 2020 yakni 814,91 ribu orang.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh masih gagal dalam mengelola uang yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Sehingga Aceh hanya berhasil menjadi provinsi dengan predikat kemiskinan tertinggi.

“Apakah pemerintah Aceh kembali mau mengelak, bahkan mengatakan data BPS itu tidak benar?. Padahal, jelas-jelas secara fakta pemerintah Aceh terlalu banyak terbuai dan lalai dengan program-program yang cenderung hanyalah pemborosan anggaran dan menghamburkan uang rakyat, dimana output dan outcome nya tidak maksimal menyentuh kepentingan real masyarakat,”

“Contoh kecilnya ya gerakan bagi-bagi masker yang operasionalnya jauh lebih mahal dari masker yang dibagikan, belum lagi segudang contoh lainnya yang jelas-jelas hanya untuk mempoya-poyakan uang rakyat,” sebutnya.

Peningkatan kemiskinan di Aceh di masa Covid-19 tersebut tentunya berbanding terbalik dengan besarnya alokasi anggaran BTT yang mecapai ratusan miliar dan refocusing APBA untuk penanganan Covid-19 yang mencapai 2,3 Triliun Rupiah.

“Kita bisa lihat berapa persentasenya yang menyentuh masyarakat, berapa tinggi yang terindikasi Mark up dan  rasional penggunaannya,” katanya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version