Home News Pusat ingatkan Aceh soal penggunaan dana hibah dalam APBA 2022
News

Pusat ingatkan Aceh soal penggunaan dana hibah dalam APBA 2022

Share
Tiga nama calon Pj Gubernur Aceh yang diusulkan DPRA ke Mendagri
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan tim Badan Anggaran (Banggar) DPRA melakukan rapat konsultasi lanjutan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pada Selasa (7/12/2021) sore.

Pertemuan ini dilakukan setelah sebelumnya DPRA mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2022 senilai Rp Rp 16,170 triliun dalam rapat paripurna pada Selasa (30/11/2021) malam.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat konsultasi itu terkait penggunaan dana hibah dan bantuan sosial (bansos). Wanti-wanti itu disampaikan agar tidak menjadi temuan hukum di kemudian hari.

“Setiap dana hibah dan bansos yang tidak berdasarkan RKPA atau setiap kegiatan baik pokir maupun usulan eksekutif yang tidak ada dalam RKPA, harus dihindari,” kata Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, Kamis (9/12/2021).

Rapat konsultasi ini dipimpin oleh Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Bahri. Sementara dari Pemerintah Aceh hadir, Sekda Aceh selaku Ketua TAPA Taqwallah, Kepala BPKA Azhari, Kabid Anggaran BPKA Sudirman, Kabid P2ESDA Bappeda Reza Ferdian, Kabid P2IK Bappeda Dedi Fahrian, Kabid P2KSDM Setiawati, serta Kabid Program dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Muhammad Ikhsan.

Sedangkan dari unsur DPRA hadir Pimpinan dan Anggota Banggar yaitu Safaruddin, Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong, M Rizal Fahlevi Kirani, dan Muslim Syamsuddin.

“Inikan pertemuan konsultasi dengan Kemendagri. Dalam tahap evaluasi ini, Pak Bahri juga meminta pandangan tim Banggar dan TAPA. Hasil APBA yang telah disepakati seperti apa,” ujar Safaruddin.

Usai pertemuan tersebut, politikus Partai Gerindra ini menyampaikan beberapa pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam penganggaran di setiap daerah sebagaimana disampaikan Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri.

Seperti terkait pendapatan daerah dengan penyesuaiannya harus tepat. Kemudian penggunaan dana hibah dan bansos harus sesuai usulan dalam RKPA. Lalu, setiap program prioritas harus menjadi fokus pembangunan sebagaimana target RPJM.

“Begitu juga terkait kegiatan-kegiatan yang sifatnya belum punya nomenklatur jangan dipaksakan. Baik dari dewan maupun dari eksekutif. Mohon dihindari,” ungkap Safaruddin.

Agar tidak terjadi persoalan penganggaran ke depan, sambung Safaruddin, pihak Kemendagri berharap kepada Pemerintah Aceh agar dalam setiap program pembangunan merujuk kepada RPJM dan RKPA atau sesuai dengan norma dan ketentuan hukum perundang-undangan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

Exit mobile version