Home News Rafly Kande Dorong Ganja Untuk Penelitian Medis
News

Rafly Kande Dorong Ganja Untuk Penelitian Medis

Share
Kementan: Ada Pengawasan Ketat Jika Ganja Dibudi Daya Sebagai Obat
Ilustrasi - Tanaman ganja. ANTARA/Shutterstock/am.
Share

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rafli Kande, angkat bicara mengenai keputusan Badan kebijakan obat Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB yang menghapus ganja dari daftar obat-obatan yang dikontrol dengan ketat.

Dengan adanya keputusan ini, akan membuka ruang bagi dunia internasional melakukan penelitian tentang ganja untuk keperluan medis.

“Putusan itu jelas membuka ruang penelitian lebih dalam untuk dunia medis di semua negara,” kata Rafli, Jumat (4/12/2020).

Rafli mengatakan, sejak dirinya menjadi anggota DPD RI, telah menyuarakan agar dilakukan penelitian mengenai ganja untuk keperluan medis. Jika memang Pemerintah Indonesia ingin serius mengenai kegunaan ganja untuk medis tersebut, maka harus dibuat regulasi secara khusus dan ketat dari hulu sampai hilir.

Selama ini ganja selalu dianggap sebagai permasalahan yang harus diatasi karena termasuk dalam kategori narkotika golongan I. Dengan kebijana baru PBB itu Rafli berharap dari ancaman tersebut dapat berubah menjadi peluang.

Di Aceh setiap tahun ada selalu penemuan lahan ganja yang berpuluh puluh hektare, tentu dan pasti yang tidak ditemukan masih ada lagi,” ujarnya.

Anggota DPR RI Dapil Aceh I ini menambahkan, jika memang ganja dapat digunakan untuk medis dan dikelola dengan tepat, maka bisa juga memberi dampak kesejahteraan bagi rakyat Aceh. “Seandainya itu dikelola dengan benar, masyarakat sejahtera penegak hukum tidak repot,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Kebijakan Obat PBB pada Rabu 2 Desember 2020 memutuskan untuk menghapus ganja dari daftar obat-obatan yang dikontrol dengan ketat.

Sumber: VIVA

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

InternasionalNews

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis, Bernard Baudoux, dipukuli pemukim Israel saat...

News

Indonesia dan Malaysia Kompak Batasi Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

POPULARITAS.COM – Indonesia dan Malaysia menunjukkan kesamaan sikap dalam memperkuat perlindungan anak...

Exit mobile version