Home News RI Cetak Rekor Covid, Tertinggi Kedua di Asia setelah India
News

RI Cetak Rekor Covid, Tertinggi Kedua di Asia setelah India

Share
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). - Antara
Share

POPULARITAS.COM – Indonesia menempati posisi kedua setelah India dalam daftar negara dengan tambahan kasus Covid-19 tertinggi di Asia setelah mencetak rekor 21 ribu infeksi baru corona pada Minggu (27/6/2021).

Berdasarkan data worldometers, Indonesia menempati posisi kedua dengan tambahan kasus 21.342, menyusul India yang berada di posisi puncak usai melaporkan 46.592 kasus Covid-19 baru.

Indonesia disusul Iran di posisi ketiga dengan jumlah kasus baru terpaut jauh di angka 9.758. Posisi keempat diisi Filipina dengan 6.096 kasus Covid-19 baru, disusul Malaysia yang melaporkan 5.586 infeksi virus corona.

Negara Asia Tenggara lain, Thailand, juga masuk sepuluh besar. Dengan tambahan kasus 3.995, Thailand menempati urutan sembilan di Asia.

Dari laporan angka kematian akibat Covid-19, Indonesia juga menempati urutan kedua dengan 409 kasus, menyusul India yang berada di posisi pertama dengan 983.

Secara keseluruhan, Indonesia memang sedang terus mengalami lonjakan kasus Covid-19 selama beberapa waktu belakangan.

Dengan tambahan kasus pada Minggu, Indonesia mencetak rekor infeksi baru virus corona tertinggi selama dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, Indonesia juga mencatat rekor dengan lonjakan 21.095 kasus Covid-19 baru.

Dalam sepekan ini, lonjakan kasus harian di Indonesia berulang kali mencatat rekor tertinggi. Pada 24 Juni, tercatat 20.574 kasus harian yang menjadi rekor tertinggi setelah sekian lama kasus positif melandai.

Pada 25 Juni, kasus harian Covid-19 sempat turun ke angka 18.872 orang, tapi kembali melonjak jadi 21.095 keesokan harinya.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sudah masuk gelombang kedua dan bersiap menuju puncaknya.

Ia memprediksi kenaikan kasus positif Covid-19 di puncak gelombang kedua kali ini akan lebih tinggi dari yang terjadi akhir Januari lalu.

Namun, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa lonjakan kasus virus corona yang terjadi sepekan ini belum bisa disebut sebagai gelombang kedua pandemi di Indonesia.

Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K. Ginting, mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih pasang surut dan belum pernah mencapai titik terendah dan dilanjutkan lonjakan baru.

“Karena kita negara kepulauan yang luas dan besar, maka susah mendefinisikan gelombang kedua. Infeksi berjalan terus dan tidak pernah mencapai nol atau titik terendah. Kita lebih menyebutnya sebagai lonjakan kasus di perjalanan penanggulangan pandemi,” kata Alex.

Pemerintah sendiri telah memperketat penerapan PPKM Mikro. Di Jakarta, perkantoran diwajibkan melaksanakan work from home (WFH) sebanyak 75 persen.

Sejumlah ruas jalan sempat disekat untuk mencegah kerumunan. Jam operasional usat-pusat keramaian publik juga mulai dibatasi.

Sembari memperketat PPKM Mikro, pemerintah juga menggencarkan vaksinasi untuk memenuhi target herd immunity.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version