Home Internasional Sadis, saat antri makanan, Tank Israel tembaki warga Palestina, 59 orang meregang nyawa
Internasional

Sadis, saat antri makanan, Tank Israel tembaki warga Palestina, 59 orang meregang nyawa

Share
Ilustrasi, Tentara Israel terlihat dekat perbatasan Jalur Gaza di Israel selatan pada 6 Januari 2024. (Xinhua/JINI/Ilan Assayag)
Share

POPULARITAS.COM – Sedikitnya 59 warga Palestina tewas dan 221 lainnya terluka ketika tank-tank Israel menembaki kerumunan warga yang tengah mencoba mendapatkan bantuan dari truk di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Selasa (17/6/2025). Insiden ini menjadi salah satu peristiwa paling berdarah dalam eskalasi kekerasan terbaru di Gaza, di tengah krisis pangan yang makin memburuk.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan belasan jasad tergeletak di jalan, sementara militer Israel mengakui adanya aktivitas penembakan di wilayah tersebut dan menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

Menurut kesaksian warga kepada Reuters, tank Israel menembakkan sedikitnya dua peluru ke arah ribuan warga yang berkumpul di jalan utama timur Khan Younis untuk memperoleh makanan dari truk bantuan.

“Tiba-tiba mereka membiarkan kami maju, menyuruh semua orang berkumpul, lalu peluru mulai berjatuhan,” kata Alaa, saksi mata di Rumah Sakit Nasser.

“Orang-orang ini mati hanya untuk mendapatkan tepung demi anak-anak mereka,” jelasnya.

Petugas medis melaporkan korban dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi, bahkan kereta keledai. Banyak korban yang dirawat di lantai karena keterbatasan ruang di rumah sakit.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa telah terjadi kerumunan warga di sekitar truk bantuan di dekat posisi pasukan IDF. “IDF mengetahui laporan warga sipil terluka akibat tembakan setelah mendekat ke arah pasukan. Kami sedang meninjau insiden ini,” demikian pernyataan IDF.

Sementara itu, sedikitnya 14 warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah oleh Israel di wilayah lain Gaza pada hari yang sama, sehingga total korban jiwa pada Selasa mencapai sedikitnya 73 orang.

Otoritas kesehatan Gaza mencatat sejak akhir Mei, sebanyak 397 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 luka-luka ketika mencoba mengakses bantuan makanan. Serangan-serangan mematikan terhadap warga sipil yang mencari bantuan telah terjadi hampir setiap hari selama tiga minggu terakhir sejak Israel melonggarkan blokade total yang diberlakukan selama hampir tiga bulan.

Israel mengalirkan bantuan melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF), kelompok yang didukung AS dan Israel, dengan beberapa lokasi distribusi dijaga oleh pasukan Israel. Namun, insiden penembakan pada Selasa dikonfirmasi tidak terjadi di lokasi GHF, melainkan dekat area distribusi milik Program Pangan Dunia PBB (WFP).

PBB mengkritik sistem distribusi GHF karena dinilai berbahaya, tidak memadai, dan melanggar prinsip imparsialitas. Israel membela sistem ini untuk mencegah bantuan disalahgunakan oleh pejuang Hamas, tuduhan yang dibantah oleh kelompok tersebut. Otoritas Gaza menyatakan ratusan warga telah tewas saat mencoba menjangkau lokasi distribusi GHF.

GHF sendiri menyatakan telah menyalurkan lebih dari tiga juta makanan di empat titik distribusi tanpa insiden sejak beroperasi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

InternasionalNews

Teheran Siapkan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama 3 Hari

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kota Teheran mengumumkan rencana penyelenggaraan prosesi pemakaman untuk Ayatollah...

Exit mobile version