POPULARITAS.COM – Kepala Posko Wilayah (Kaposkowil) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Safrizal ZA, menyatakan kesiapannya mendampingi kepala daerah di Aceh yang hendak melakukan kunjungan kerja maupun audiensi dengan kementerian di Jakarta.
Pernyataan ini disampaikan Safrizal merespons masukan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, dalam Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Sektor Pertanian, Sistem Pengairan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pascabencana di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/8/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati Safaruddin menekankan pentingnya komunikasi publik yang lebih rapi antara kementerian, provinsi, dan kabupaten/kota. Ia mengusulkan agar setiap kali pimpinan daerah bertemu pejabat di pusat, dinas teknis terkait turut disertakan agar data yang disampaikan akurat dan valid, sehingga tidak menimbulkan simpang siur informasi di kemudian hari.
Menanggapi hal itu, Safrizal menyatakan sepakat dan langsung membuka diri untuk memberi dukungan.
“Komunikasi publik kita perbaiki. Kalau Bapak Ibu sekalian butuh didampingi, kalau di Jakarta ketemu menteri, silakan. Khusus mengenai urusan Satgas bencana ini, kalau ingin ketemu menteri kurang data, kami siap suplai. Kalau minta didampingi, kami akan dampingi. Apa yang Bapak mau, kami siapkan,” kata Safrizal.
Kesiapan ini tak lepas dari posisi ganda yang disandang Safrizal. Selain menjabat Kaposkowil Satgas PRR Aceh, putra Aceh ini juga dipercaya sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri — posisi yang memberinya akses dan pemahaman langsung terhadap mekanisme kerja lintas kementerian/lembaga di tingkat pusat.
Modal inilah yang membuat mantan Pj Gubernur Aceh ini diyakini mampu menjembatani kebutuhan teknis daerah dengan ritme birokrasi pusat secara lebih efektif.
FGD yang dipimpin Safrizal tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana, TNI, Polri, serta sejumlah perguruan tinggi di Aceh.
Forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas kementerian dan perguruan tinggi yang digelar sebelumnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.


Leave a comment