POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh menyebutkan sejumlah wilayah di Aceh telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli 2026 dan mencakup sekitar 37,5 persen wilayah Aceh.
“Saat ini wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Tamiang, pesisir utara Pidie, pesisir utara Pidie Jaya, dan pesisir utara Bireuen. Sementara puncak musim kemarau di Aceh diprakirakan terjadi pada Juli 2026 dengan cakupan sekitar 37,5 persen wilayah Aceh,” kata Prakirawan BMKG SIM Banda Aceh, Nofrida Handayani Sodik, Sabtu, (30/5/2026).
Meski demikian, menurut BMKG, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan akibat dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Aceh. Sebab, gelombang Rossby Ekuatorial terpantau aktif di wilayah Aceh.
Selain itu, terdapat daerah belokan angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Sumatera sehingga meningkatkan proses penguapan dan kandungan uap air di atmosfer.
“Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi mendukung pembentukan dan perkembangan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 30 Mei 2026 tidak terdapat wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Namun pada 31 Mei, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh Timur.
Sementara pada 1 Juni 2026, kondisi serupa berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, dan Nagan Raya.
Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya suhu udara pada musim kemarau. Berdasarkan hasil pantauan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20/VIIRS, terdeteksi sebanyak 98 titik panas di Provinsi Aceh pada 29 Mei 2026.
Sebaran titik panas tersebut ditemukan di sejumlah daerah, antara lain Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Nagan Raya, dan Pidie.
BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas diluar ruangan khususnya pada siang hari dikarenakan cuaca yg cukup terik dan panas.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, mengingat sejumlah wilayah telah memasuki musim kemarau dan terdeteksi adanya titik panas di beberapa daerah,” kata Nofrida.
BMKG juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang telah memasuki musim kemarau dan daerah yang terpantau memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.

Leave a comment