Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Sejarah Benteng Indra Patra, Meneropong Kejayaan Masa Lalu Aceh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehNewsWisata

Sejarah Benteng Indra Patra, Meneropong Kejayaan Masa Lalu Aceh

Share
Benteng Indra patra, Kabupaten Aceh Besar.
Share

POPULARITAS.COM – Menyusuri pesisir Kabupaten Aceh Besar ke arah timur, selain menikmati suasana pantai yang indah, diperjalanan akan ditemui sejumlah lokasi bersejarah yang sering dikunjungi pelancong. Satu diantaranya adalah Bangunan tua benteng Indrapatra.

Benteng Indra Patra merupakan situs sejarah peninggalan Kerajaan Lamuri dari abad ke-7 yang terletak di Desa Ladong Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Kerajaan Lamuri merupakan kerajaan Hindu yang merupakan cikal-bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Kerajaan Lamuri bahkan disebut sebagai kerajaan Hindu pertama di Aceh.

Benteng yang terletak di bibir pantai, yang menghadap ke Selat Malaka ini dapat dicapai sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Banda Aceh. Di situs tersebut terdapat satu benteng utama dan satu benteng lebih kecil yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, meski sebelumnya sempat dihantam gelombang tsunami 2004 silam,  sementara beberapa struktur lainnya sudah hancur dan terkikis.

Benteng utama merupakan bangunan yang tertua dan berukuran paling besar, dengan luas 4.900 meter persegi. Ketinggiannya mencapai 4 meter dan ketebalan Benteng Indra Patra sekitar 2 meter.

Dengan latar belakang sejarah yang panjang dan arsitektur yang megah, Benteng Indrapatra menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Aceh.

Benteng ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7. Konon, pendiri Benteng Indra Patra adalah Putra Raja Harsya dari India. Benteng utama dilengkapi lubang pengintai yang menghadap laut. Di dalam benteng, terdapat dua bangunan berbentuk kubah yang di dalamnya terdapat sumur.

Menurut catatan sejarah, Benteng Indra Patra dibangun dari susunan batu gunung, kapur, tanah liat, kulit kerang, dan putih telur, yang berfungsi sebagai perekat material bangunan.

Benteng Indra Patra masih terus digunakan hingga masa pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam. Mulanya, benteng ini menjadi salah satu garis pertahanan dalam menghadapi bangsa Portugis. Keberadaan benteng ini menunjukan betapa strategisnya daerah Aceh dalam jalur perdagangan International dan pentingnya pertahanan wilayah tersebut.

Didalam benteng terdapat ruang-ruang yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata, tempat tinggal prajurit dan ruang pertemuan. Benteng ini juga dilengkapi dengan saluran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para penghuni benteng.

Selain sebagai benteng pertahanan, tempat ini juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Aceh dan menunjukan betapa kuatnya sistem pertahanan yang dimiliki oleh kerajaan Lamuri dan kemudian kerajaaan Aceh Darussalam dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar.

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Benteng Indra Patra digunakan sebagai basis pertahanan melawan Portugis dan Belanda yang dipimpin oleh Laksamana Malahayati. Benteng Indra Patra pun tetap berdiri kokoh melewati zaman hingga kini.

Pemerintah dan Masyarakat setempat telah melakukan berbagai upaya pelestarian untuk menjaga situs ini agar tetap bisa dinikmati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan arsitektur kuno.

Benteng ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Aceh. Wisatawan dapat menikmati keindahan arsitektur Benteng, belajar tentang sejarah Kerajaan Lamuri dan Aceh serta dapat menikmati pemandangan laut yang indah sekitar benteng, lokasinya sangat strategis dekat dengan laut sehingga menjadikan tempat ini ideal untuk menikmati matahari tenggelam dan keindahan alam yang menakjubkan.

Upaya pelestarian yang dilakukan Pemerintah dan Masyarakat setempat menjadi langkah penting dalam menjaga dan merawat warisan budaya ini agar tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Mengunjungi benteng Indra Patra adalah perjalanan menelusuri jejak sejarah yang penuh makna dan keindahan.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version