POPULARITAS.COM – Sejarah, ya ini catatan sejarah terpenting di dunia sepak boleh Eropa. Betapa tidak, Paris Saint-German, klub asal Prancis tersebut, secara mengejutkan bantai Inter Milan 0-5 di Final Liga Champion, Minggu (1/6/2025) dini hari.
Hasil itu, bawa klub milik Tamim bin Hamad Al Thani itu, sandang gelar jawara Liga Champions 2024-2025. Torehan prestasi yang menciptakan sejarah dan perubahan lanskap sepak bola Eropa.
Bermain di Allianz Arena, Muenchen, banyak pihak yang optimis Inter bakal mudah remukkan PSG. Namun, fakta berkata lain, justru tim bertabur bintang itu, secara memalukan di hajar lima gol tanpa balas oleh tuan rumah.
Lewat laga 90 menit tersebut, permainan justru dikuasai oleh PSG, gol-gol kemenangan dicetak oleh Achraf Hakimi, Desire Doue (dua gol), Khvicha Kvaratskhelia, dan pemain muda Senny Mayulu. Hasil ini menjadikan PSG sebagai klub ke-11 yang pernah menjuarai Liga Champions Eropa.
Kemenangan tersebut juga mencatatkan rekor sebagai salah satu skor terbesar dalam sejarah final Liga Champions, hanya kalah dari kemenangan 7-3 Real Madrid atas Eintracht Frankfurt pada 1960. PSG bahkan melampaui margin kemenangan Bayern Munchen atas Atletico Madrid (4-0, 1974) dan AC Milan atas Steaua Bucuresti (4-0, 1989).
Kesuksesan ini menjadi pembuktian bagi Luis Enrique sebagai pelatih kedua dalam sejarah yang berhasil meraih treble bersama dua klub berbeda, yakni Barcelona dan PSG.
Ucapan selamat dari Kylian Mbappe
Kylian Mbappe, yang kini membela Real Madrid, turut memberi ucapan selamat kepada mantan klubnya.
“Hari besar akhirnya tiba. Kemenangan ini diraih dengan kekompakan seluruh klub. Selamat, PSG,” unggah pemain berusia 26 tahun itu melalui media sosial.
Keputusan PSG untuk melepas para bintang, seperti Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar terbukti tepat. Strategi membangun tim muda berbuah manis dan membuka jalan dominasi baru di Eropa.
Meski Mbappe menikmati musim debut yang mengesankan bersama Real Madrid, ia harus menyaksikan mantan klubnya mengangkat trofi yang selama ini luput dari genggaman mereka.
Pelatih PSG Luis Enrique resmi catat sejarah
Luis Enrique resmi mencatat sejarah dengan menjadi pelatih ketujuh yang mampu menjuarai Liga Champions UEFA bersama lebih dari satu klub. Ia kini sejajar dengan para pelatih legendaris, seperti Ernst Happel, Ottmar Hitzfeld, Jupp Heynckes, Carlo Ancelotti, José Mourinho, dan Pep Guardiola.
Pelatih asal Spanyol tersebut membawa Paris Saint-Germain (PSG) menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Dalam partai final di Stadion Allianz Arena, Munchen, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, PSG menundukkan Inter

Milan dengan skor telak 5-0.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sport, Enrique mengungkapkan strategi dan pendekatannya.
“Saya mencoba menurunkan tekanan karena klub ini belum pernah meraih gelar ini sebelumnya. Inter adalah tim hebat, tetapi kami luar biasa dalam hal pressing. Setiap pemain berkembang musim ini, begitu juga tim secara keseluruhan,” ujar Enrique.
Salah satu pemain PSG, Doué, memberikan pujian tinggi kepada sang pelatih. “Dia sudah 2 tahun di sini dan telah mencetak sejarah. Secara taktik dan mental, dia luar biasa, dan sebagai pribadi pun dia sangat menyenangkan. Kami senang bisa bekerja dengannya. Saya tidak tahu bagaimana kami akan merayakannya, tetapi pasti akan gila,” kata Doué.
Penjaga gawang PSG, Gianluigi Donnarumma, juga mengapresiasi perjalanan tim dan peran sang pelatih. “Beberapa kali kami hampir tersingkir musim ini, tetapi akhirnya kami bisa melewati semuanya dan menutup musim dengan luar biasa,” ungkapnya.
Donnarumma menambahkan,“Pelatih memberi kami kebebasan dan menjaga ketenangan. Itulah filosofi yang dia bawa. Dia mempersiapkan final ini sebaik mungkin, dan kita semua bisa melihat hasilnya.”
Leave a comment