POPULARITAS.COM – Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) RI, menargetkan seluas 15 ribu hektar lahan-lahan tambak masyarakat yang rusak katagori ringan akibat bencana hidrometeorologi akan kembali beroperasi di penghujung 2026.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP, Andy Artha Donny Oktapura saat menyalurkan serta melakukanpenaburan bantuan benih udang dan pakan ke petani tambak yang lahannya rusak akibat bencana di Gampong Peukan Sot, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Jumat (24/7/2026).
Kedatangan Sekjen KKP itu didampingi oleh Sekda Pidie, Samsul Azhar, Kadis DKP Aceh, Safrizal dan Kadis DKP Pidie, Azhari.
Dalam kunjungannya tersebut, Sekjen KKP itu mengklaim, dalam masa pemulihan pasca bencana hingga akhir Juli 2026, seluas 700 hektar lahan yang tersebar diseluruh Aceh telah selesai dilakukan rehabilitasi bahkan telah kembali beroperasi, baik itu yang dilakukan oleh KKP, Pemerintah daerah (Pemda) maupun swadaya masyarakat penyintas.
“Sampai akhir bulan ini (Juli) Insyaallah ada 700 hektar. Dan ke petani tambak tersebut sudah kita berikan benih dan pakan dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Sekjen KKP RI, Andy Artha Donny Oktapura dalam keterangan kepada popularitas.com usai penaburan benih udang ke lahan yang sempat rusak akibat bencana.
Upaya pemulihan akan terus dilakukan secara berkontinue bahkan ditargetkan pada penghujung Agustus 2026 lahan yang rusak ringan sudah kembali beroperasi harus mencapai 4.500 hektar.
“Target kami (KKP) sampai dengan akhir tahun 15 ribu hektar yang rusak ringan di Aceh semuanya sudah bisa kembali kita operasionalisasikan,” jelasnya.

Andy menambahkan, secara ketersediaan dana KKP mendapat angaran pemulihan pasca bencana untuk tiga provinsi, Aceh, Sumut dan Sumbar sebesar Rp 200 miliar.
Kendati telah ada alokasi khusus, namun KKP telah melakukan rasionalisasi anggaran rutin kementerian untuk keperluan pemulihan sektor kelautan dan perikanan yang rusak akibat bencana.
“Kami juga melakukan optimalisasi diinternal, tidak hanya bergantung pada anggaran khusus bencana. Kami melakukan efesiensi di internal KKP yang dana hasil efesiensi itu digunakan untuk mempercepat proses operasionalisasi lahan tambak masyarakat,” tambahnya.
Leave a comment