Home Kesehatan Sekolah Dinilai Lebih Mampu Awasi Kualitas Makan Bergizi Gratis
KesehatanNews

Sekolah Dinilai Lebih Mampu Awasi Kualitas Makan Bergizi Gratis

Share
Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Poto : Fauzan | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Putih Sari menyoroti masih rendahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru diluncurkan pemerintah.

Dia menilai, perbaikan tata kelola program perlu segera dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh daerah.

“Ini yang kita dorong agar tata kelola program MBG terus mengalami perbaikan,” kata Putih Sari saat Kujungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI ke Aceh, Senin (6/10/2025).

Sari menjelaskan, sistem pelibatan sekolah dalam program MBG dapat dilakukan secara hybrid, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Kalau memang secara kewilayahan sulit terjangkau jarak tempuh, katanya, sistemnya bisa dilakukan secara hybrid.

“Nanti kami akan diskusikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), dan sejauh yang kami tahu, BGN membuka peluang kolaborasi dengan sekolah,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Aceh Selatan, Mirwan mengatakan usulan agar pelaksanaan program MBG dapat dikelola langsung oleh masing-masing sekolah guna memastikan efektivitas dan kualitas makanan yang disajikan.

“Kita usul agar dikelola masing-masing sekolah, karena bisa terukur, terlaksana dengan baik, dan mudah dikontrol,” kata Mirwan.

Menurut Mirwan, bila pengelolaan tetap dilakukan melalui dapur umum Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG), maka kuotanya perlu dikurangi agar pengawasan kualitas makanan lebih optimal.

“Kalau diserahkan ke dapur SPPG, kuotanya jangan sampai 3.000 atau 4.000. Kalau bisa cukup 1.000 per dapur. Itu lebih baik karena bisa terkontrol dari sisi kualitas makanan,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan menekan angka stunting. Namun, pelaksanaannya disejumlah daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait koordinasi lintas sektor dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version