Home Headline Sembilan belas nelayan Aceh ditangkap polisi India
Headline

Sembilan belas nelayan Aceh ditangkap polisi India

Share
ilustrasi foto: Konsulat RI dari Thailand mengantar dua nelayan Aceh (sama-sama tersenyum) yang terdampar ke Songkhla beberapa waktu lalu saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu Sumatera Utara, Jumat (27/7). (Foto Antara Aceh/18).
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Sebanyak 19 nelayan Aceh dilaporkan ditangkap oleh otoritas kemananan India, karena memasuki wilayah perairan negara tersebut tanpa izin.

Informasi penangkapan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek saat dikonfirmasi popularitasa.com, Rabu, 15 Januari 2020.

“Iya benar, ada 19 orang nelayan Aceh yang saat ini ditangkap otoritas keamanan disana,” katanya.

Dijelaskannya, sembilan belas nelayan tersebut, merupakan pencari ikan yang nemumpangi kapal KM Selat Malaka. Dan saat ini, masih dalam penahanan polisi laut India kawasan Nikobar Andaman.

Diceritakannya, proses tertangkapnya nelayan itu itu, dikarenakan kapal motor yang mereka tumpangi mati mesin, sehingga terbawa arus hingga ke perairan India. “Mereka terbawa arus hingga sampai ke laut di Nikobar Andaman,” tukasnya.

Miftach mengatakan, kapal KM Selat Malaka dinakhodai oleh Samsul Bahri, warga Dusun Kuala Bak U, Gampong Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya. Mereka berangkat dari PPI Lampulo pada Rabu 18 Desember 2019 untuk mencari ikan.

Informasi tertangkapnya para nelayan itu baru diketahui pada Kamis, 26 Desember 2019 lalu, saat pemilik kapal Affan Usman, warga Gampong Keuneu Ue, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Polisi Air Polda Aceh.

Atas penangkapan itu, kata Miftach, saat ini Panglima Laot Aceh sudah meminta bantuan pada semua pihak agar para nelayan tersebut diadvokasi. Apalagi, mereka tak sengaja memasuki wilayah India.

“Panglima Laot sudah menyurati semua elemen untuk advokasi nelayan-nelayan tersebut, yaitu Pemerintah Aceh melalui DKP Aceh, Kementerian KKP RI, KBRI dan Menlu RI,” pungkasnya.*(C-008)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Bansos Rp600 bagi keluarga miskin cair, begini cara mendapatkannya

POPULARITAS.COM – Penerima bantuan sosial atau bansos 2026 dapat memeriksa status pencairan...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeatureHeadline

Anoi Itam, jejak sejarah perang dunia ke-2 di Sabang

POPULARITAS.COM – Angin laut berembus dari arah Selat Malaka, menyapu pepohonan dan...

HeadlineSepakbola

Diminta jadi arsitek MU, Antonio Conte ajukan syarat

POPULARITAS.COM – Manajemen MU meminta secara resmi Antonio Conte, untuk menjadi arsitek...

Headline

Syarat LIVE di TikTok: Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Memulai Siaran

POPULARITAS.COM – Tidak semua pengguna TikTok langsung bisa melakukan siaran langsung. Ada...

Exit mobile version