Home Internasional Serangan RSF di ibukota Sudan tewaskan 40 orang
Internasional

Serangan RSF di ibukota Sudan tewaskan 40 orang

Share
Serangan RSF di ibukota Sudan tewaskan 40 orang
Para pengungsi Sudan Selatan akibat konflik di Sudan bersiap untuk meninggalkan pusat penerimaan di Kabupaten Renk, Negara Bagian Upper Nile, Sudan Selatan, pada 29 April 2023. (ANTARA/Xinhua/Denis Elamu/Xinhua)
Share

POPULARITAS.COM – Korban tewas akibat perang saudara di Sudan terus bertambah. Hal tersebut menyusul tambahan warga yang meninggal dalam serangan baru-baru ini, Jumat (7/6/2024) oleh RSF di wilayah Omdurman, di ibukota Khartoum.

Selain menewaskan 40 warga, serangan itu juga sebabkan 50 lainnya luka berat akibat terkenal artileri berat. Demikian dilaporkan Komite Perlawan Karari, dikutip dari laman Antara, Minggu (9/6/2024).

Pada 5 Juni, Komite Perlawanan Medani melaporkan ada lebih dari 100 orang tewas oleh RSF dalam serangan ke desa Wed en-Nora di negara bagian Gezira tengah.

Dewan Kedaulatan Sudan menuduh RSF melakukan pembantaian dengan membunuh banyak orang tidak bersalah di desa itu, sementara RSF mengklaim mereka menyerang tiga kamp yang menaungi tentara, intelijen dan prajurit sukarela.

Sementara itu, asisten sekretaris jenderal PBB dan wakil utusan khusus untuk Sudan Clementine Nkweta-Salami menyatakan terguncang atas jatuhnya korban jiwa di desa Wed en-Nora di negara bagian Gezira.

Salami menyatakan bahwa meskipun PBB tidak memiliki rincian lengkap mengenai kejadian pada tanggal 5 Juni, terdapat laporan yang dapat dipercaya mengenai penggunaan senjata berat di wilayah sipil.

“Kami menyerukan penyelidikan komprehensif atas apa yang terjadi di Wed en-Nora dan mereka yang terlibat atas kejahatan ini akan dimintai pertanggungjawaban. RSF telah mengonfirmasi bahwa anggotanya berpartisipasi dalam operasi darat di wilayah tersebut.” tambahnya.

Sejak dimulainya perang pada April 2023 yang menyebar hingga ke hampir seluruh wilayah Sudan, militer telah mempertahankan kendali di negara bagian utara dan timur, sedangkan RSF aktif di negara bagian barat dan selatan.

Konflik yang disebabkan perebutan kekuasaan antara Angkatan Bersenjata Sudan dengan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan masyarakat.

Upaya untuk mengakhiri konflik melalui pembicaraan di Jeddah yang dimediasi oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat, inisiatif perdamaian yang dipimpin oleh negara-negara tetangga di bawah kepemimpinan Mesir, upaya Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan di Afrika Timur dan diskusi di ibu kota Bahrain, Manama, semuanya gagal.

Menurut PBB, konflik di Sudan telah mengakibatkan lebih dari 16.000 kematian, menyebabkan 8,7 juta orang mengungsi dan lebih dari 25 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menjadikannya salah satu krisis pengungsian dan kelaparan terbesar di dunia.

Share
Tulisan Terkait
Internasional

China perluas Taman hiburan Kota Salju jadi 1,25 juta meter

POPULARITAS.COM – Harbin Ice-Snow World di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, Tiongkok...

Internasional

Gempa 7,5 Magnitudo guncang Panama, status darurat

POPULARITAS.COM – Panama mengumumkan pada Sabtu (10/10) status darurat untuk mengoordinasikan upaya...

Internasional

9 tewas dalam serangan brutal di Amerika Serikat

POPULARITAS.COM – Sembilan warga Amerika Serikat dinyatakan tewas. Hal itu terjadi dalam...

HeadlineInternasional

Pasukan Yaman lumpuhkan 1.150 tentara kelompok Houthi kurun 24 jam

POPULARITAS.COM – Pertempuran kurun 24 jam diberbagai wilayah di Yaman, sebabkan tidak...

Exit mobile version