Home News Setiap 15 Detik, Satu Orang Meninggal karena Covid-19
News

Setiap 15 Detik, Satu Orang Meninggal karena Covid-19

Share
Setiap 15 Detik, Satu Orang Meninggal karena Covid-19
Victoria Acarapi menunjukkan gambar virus corona dan janin llama sebagai persembahan selama bulan Pachamama (Ibu Bumi) di pasar penyihir, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di La Paz, Bolivia, Sabtu (1/8/2020). Gambar diambil 1 Agustus 2020. REUTERS/David Mercado/AWW/djo (REUTERS/DAVID MERCADO)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Satu orang meninggal dunia setiap 15 detik akibat COVID-19 secara global saat ini dengan kasus kematian yang melampaui angka 700.000 per Rabu (5/8/2020), dan Amerika Serikat, Brazil, India, Meksiko menjadi negara terparah.

Menurut penghitungan Reuters berdasarkan data dari dua pekan terakhir, secara rata-rata terdapat 5.900 pasien COVID-19 meninggal dunia dalam waktu 24 jam. Angka itu setara dengan 247 orang per jam, atau satu orang per 15 detik.

Sementara untuk kasus infeksi, Amerika Serikat dan Amerika Latin menjadi episentrum baru pandemi COVID-19.

Awalnya, wabah masuk lebih lambat ke wilayah Amerika Latin yang berpenduduk total sekitar 640 juta orang itu–dibandingkan dengan wilayah lain di dunia yang sudah lebih dahulu mengalami lonjakan kasus.

Namun setelah penyakit infeksi virus corona itu masuk, pemerintah kesulitan mengendalikan penyebarannya karena masalah kemiskinan dan kepadatan penduduk.

Lebih dari 100 juta orang di wilayah Amerika Latin dan Karibia hidup dalam lingkungan kumuh, menurut data Program Permukiman Manusia PBB. Banyak pekerja sektor informal, yang kesulitan pula mengakses jaring pengaman sosial, yang harus lanjut bekerja di tengah pandemi.

Di Amerika Serikat, dengan penduduk sekitar 330 juta orang, perjuangan melawan wabah juga mengalami sejumlah kendala, sekalipun negara itu merupakan salah satu yang terkaya di dunia.

Tercatat sebanyak sekitar 4,8 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi COVID-19 hingga 5 Agustus 2020 pagi. Pakar penyakit infeksi Dr. Anthony Fauci, pada Senin (3/8/2020), menyebut bahwa wilayah negara bagian yang mengalami lonjakan kasus harus mempertimbangkan untuk kembali menerapkan penutupan wilayah.

Sumber: Reuters/Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Tuding demo BEM UI untuk menjarah, Dokter Ayu dipecat dari Klinik First Care

POPULARITAS.COM – Manajemen Klinik First Care, akhirnya memberhentikan dr Ayu Bopha Devi...

News

Aroma kuah kari dan Shalawat Rasul untuk tanah Japakeh yang ingin bangkit

POPULARITAS.COM – Aroma kari menguar lebih dulu, jauh sebelum tenda-tenda itu tampak...

News

Dinilai tak layak, BGN tutup 2 ribu dapur MBG 

POPULARITAS.COM – Sebanyak lebih dari 2.000 dapur MBG di seluruh Indonesia, ditutup...

News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....

Exit mobile version