Home Internasional Situasi Genting Pasca-Demo di Nepal, Kemenlu Pastikan WNI Aman
InternasionalNews

Situasi Genting Pasca-Demo di Nepal, Kemenlu Pastikan WNI Aman

Share
Demo Nepal berubah menjadi gelombang kekerasan. Amukan ini menelan korban jiwa Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhala Nath Khanal, yang berkuasa pada Februari 2011 sampai Agustus 2011. Poto : HO/CNBC Indonesia
Share

POPULARITAS.COM -Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan warga negara Indonesia (WNI) di Nepal dalam kondisi aman di tengah aksi demonstrasi besar-besaran dari puluhan ribu anak muda yang terjadi di Nepal sejak Senin (8/9/2025) waktu setempat.

Direktur Pelindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI Dhaka yang diakreditasikan ke Nepal, Konsul Kehormatan RI di Nepal, serta berbagai pihak lainnya terkait Indonesia di negara itu guna memastikan keselamatan WNI yang ada di negara pegunungan tersebut.

“Hingga saat ini tidak ada informasi adanya WNI yang menjadi korban kerusuhan tersebut,” kata Judha menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (10/9/2025).

Ia meminta para WNI yang sedang berkunjung atau berwisata di Nepal segera melapor ke layanan hotline KBRI Dhaka.

Menurut data KBRI Dhaka, ada 57 WNI yang menetap di Nepal, 43 anggota delegasi RI yang mengikuti konferensi internasional di Kathmandu, dua anggota TNI yang sedang mengikuti pelatihan, serta 23 wisatawan WNI. Semua dipastikan dalam keadaan aman.

“Semua dipastikan dalam keadaan aman,” pungkas Judha singkat.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi generasi Z di Nepal dipicu oleh kebijakan pemerintah Nepal yang sebelumnya memblokir 26 situs media sosial, termasuk WhatsApp, Facebook, Instagram, LinkedIn, dan YouTube.

Keputusan pemerintah tersebut kemudian memicu puluhan ribu pemuda di Nepal untuk turun ke jalan, berunjuk rasa menuntut pencabutan larangan sekaligus meneriakkan tuduhan praktik korupsi para elite politik Nepal.

Aksi unjuk rasa di Kathmandu pada Senin (8/9/2025) kemudian berujung ricuh, bentrokan pecah ketika pengunjuk rasa menerobos barikade dan mencoba menyerbu gedung parlemen serta membakar gerbang gedung tersebut. Hingga Rabu (10/9/2025) setidaknya 22 orang dilaporkan menjadi korban jiwa sejak kerusuhan terjadi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran

POPULARITAS.COM – Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap situasi hak asasi...

News

Perbaikan Jembatan Blang Miro-Kumbang Pidie Jaya Ditargetkan Rampung November 2026

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie Jaya mulai menangani kerusakan oprit dan badan jalan...

EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

Exit mobile version