Home Ekonomi Sri Mulyani Ungkap Kendala Pencairan Anggaran Kesehatan
EkonomiNews

Sri Mulyani Ungkap Kendala Pencairan Anggaran Kesehatan

Share
Gaji ke-13 PNS, Sri Mulyani: Nanti Kita Lihat
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto Kontan
Share

POPULARITAS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan permasalahan dalam penyaluran anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia menuturkan kendala utamanya adalah koordinasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gugus tugas penanganan covid-19, dan pemerintah daerah (pemda).

“Jadi, memang diakui masalah kesehatan ini antara satuan tugas atau gugus tugas dulu, Kemenkes, dan pemerintah daerah merupakan tantangan luar biasa, karena covid-19 kan tidak direncanakan,” ujarnya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR, Senin (24/8/2020).

Selain kendala koordinasi antara berbagai pihak, ia menuturkan perkembangan kebijakan dan program juga memengaruhi realisasi penyaluran anggaran.

Misalnya, terkait pengadaan alat kesehatan seperti ventilator, alat rapid test dan PCR. Mulanya, pemerintah hanya membatasi pada sejumlah rumah sakit dan laboratorium.

Namun, seiring perkembangan kasus maka pelaksanaan rapid tes dan PCR sudah bisa dilakukan oleh sejumlah rumah sakit dan laboratorium.

“Lalu, untuk tenaga kesehatan saja, dari rumah sakit yang koordinasi pusat relatif lebih cepat, tapi untuk daerah kami tunggu beberapa kali dari daerah dan itu proses verifikasi sudah sangat disederhanakan oleh Kemenkes supaya kami bisa langsung bayarkan,” ujarnya.

Per 19 Agustus lalu, realisasi anggaran sektor kesehatan sebesar Rp7,36 triliun. Angka itu setara 13,98 persen dari pagu anggaran Rp87,55 triliun. Dari total anggaran tersebut, masih ada anggaran yang belum memiliki daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) senilai Rp34,9 triliun.

Meskipun, secara mayoritas anggaran bidang sudah mempunyai DIPA yakni Rp48,9 triliun, sedangkan sisanya Rp3,8 triliun tidak memerlukan DIPA lantaran dalam bentuk insentif pajak kesehatan.

Bendahara negara menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko PMK, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, hingga Kemenko Polhukam untuk mempercepat pengisian DIPA tersebut.

“Kami kemudian juga mulai melakukan identifikasi, misalnya untuk bidang kesehatan kami identifikasi kebutuhan untuk pengadaan vaksin,” imbuhnya.

Penyaluran dana kesehatan sendiri meliputi insentif kesehatan pusat dan daerah sebesar Rp1,86 triliun, santunan kematian kepada 69 tenaga kesehatan yang meninggal dunia Rp21,6 miliar, penyaluran melalui gugus tugas Rp3,22 triliun, dan insentif PPN kesehatan Rp2,26 triliun.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version