POPULARITAS.COM – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru menjadi Level III (Siaga), tidak hanya meningkatkan potensi erupsi, tetapi juga ancaman banjir lahar. Masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
Dosen Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Indranova Suhendro mengingatkan, material vulkanik hasil erupsi yang menumpuk di lereng Gunung Semeru dapat sewaktu-waktu terbawa aliran air hujan dan memicu banjir lahar.
“Material hasil erupsi harian yang berupa pasir, kerikil, dan batu dapat dengan mudah terbawa air hujan menuju sungai,” kata Indranova Suhendro kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, banjir lahar dapat terjadi secara tiba-tiba meski wilayah di lereng gunung tidak sedang diguyur hujan. Curah hujan tinggi di kawasan puncak sudah cukup untuk memicu aliran lahar yang membawa material vulkanik berukuran besar.
“Bisa saja di bawah tidak hujan, tetapi di puncak hujan deras dan tiba-tiba lahar datang. Yang berbahaya itu karena laharnya membawa bongkahan material besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aliran Sungai Besuk Semut menjadi salah satu kawasan yang harus diwaspadai karena merupakan jalur utama awan panas guguran maupun aliran lahar.
Karena itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), termasuk tidak beraktivitas di zona rawan bencana.
Selain itu, ia menyoroti masih adanya aktivitas penambangan pasir di kawasan Gunung Semeru. Menurutnya, aktivitas tersebut memiliki dilema karena menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan risiko keselamatan yang tinggi.
“Kalau dari kacamata sains dan keselamatan, sebenarnya aktivitas itu tidak boleh dilakukan sama sekali. Namun, di sisi lain itu juga mata pencaharian mereka. Jadi, ini persoalan yang sangat sulit sehingga kebijakan terkait ini sangat tricky,” tuturnya.
Indranova mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Semeru untuk memahami karakteristik gunung api serta selalu mengikuti arahan pemerintah dan para ahli ketika aktivitas vulkanik meningkat.
“Jadi, ketika manusia memang sudah memilih jalan hidup untuk berdampingan dengan mereka, sudah seharusnya manusia memahami dan siap akan konsekuensinya. Ketika gunung sedang aktif, patuhilah himbauan dari pemangku kebijakan dan para ahli agar tetap aman,” tutupnya.


Leave a comment