Home News Stefano Lilipaly dicoret dari skuad Timnas Piala Asia, STY : fisiknya sudah lemah
NewsSepakbola

Stefano Lilipaly dicoret dari skuad Timnas Piala Asia, STY : fisiknya sudah lemah

Share
Stefano Lilipaly dicoret dari skuad Timnas Piala Asia, STY : fisiknya sudah lemah
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menjawab pertanyaan pewarta saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (19/12/2023). (ANTARA/RAUF ADIPATI)
Share

POPULARITAS.COM – Stefano Lilipaly dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk persiapan Piala Asia 2023. Pencoretan pemain Liga 1 Borneo FC tersebut, disebabkan karna kondisi fisiknya dinilai sudah tidak memungkinkan lagi bertanding di level internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong alias STY, saat menjelaskan alasan pencoretan pemain berusia 33 tahun tersebut.

“Iya, kita coret untuk Piala Asia. Fisiknya sudah tidak mungkin bersaing lagi,” terang STY dikutip dari laman Antara, Rabu (20/12/2023).

Dari catatan Liga 1 Indonesia, Lilipaly tampil sangat baik bersama Borneo FC. Pria itu mencetak 9 gol dan 11 asist bersama klubnya.

STY mengakui bahwa, Lilipaly merupakan pemain yang sangat baik di Liga 1. Performa lelaki itu diakui oleh pelatih asal Korsel tersebut. Namun, sambungnya lagi, untuk melawan tim negara lain yang miliki kemampuan rata-rata diatas Indonesia, sulit baginya nanti. “Secara fisik dia nanti pasti sangat lelah,” ujarnya.

Selain menyoroti dicoretnya Lilipaly, banyak pihak juga bingung dengan keputusan Pelatih Shin memanggil kiper Persikabo Syahrul Trisna serta Pratama Arhan yang minim kesempatan bermain di Tokyo Verdy.

“Syahrul merupakan pemain yang sangat tenang saat pertandingan. Kemarin-kemarin sering bersaing dengan Nadeo (Argawinata), kadang Nadeo yang main, kadang Syahrul yang main. Tetapi ketika Syahrul yang main, memang kemungkinan kebobolan makin sedikit dan kecil. Jadi akhirnya saya memilih Syahrul terakhir ini,” ucap Shin.

Sedangkan untuk Arhan, selain merasa masih memerlukan lemparan jarak jauh sang pemain, Pelatih juga menilai keputusannya untuk memanggil Arhan ke timnas agar karier mantan pemain PSIS Semarang itu tidak semakin menurun.

“Arhan memang pemain yang baik. Kalau dia bisa bermain di Tokyo Verdy tentu performa akan lebih baik lagi dari sekarang, tapi ya karena itu performa Arhan semakin turun. Tetapi jika dari timnas pun tidak memilih dia, performa dia akan benar-benar jeblok. Jadi saya memang sengaja pilih untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tutur pelatih asal Korea Selatan itu.

Timnas rencananya pada Rabu (20/12) akan berangkat ke Turki untuk melakukan pemusatan latihan. Setelah itu mereka akan menuju ke Qatar, untuk bertarung di Piala Asia.

Meski Indonesia berada di grup yang cukup berat bersama Jepang, Irak, dan Vietnam, Pelatih Shin masih optimistis dengan target menembus fase 16 besar yang dibebankan kepadanya.

“Target kami adalah 16 besar. Untuk itu saya akan berusaha, dan tim ini juga demikian. Tetapi di Piala Asia ini, Indonesia yang terendah saat ini secara peringkat FIFA. Lawan pun tim-tim yang baik. Begitu juga tim yang ada grup kita. Jadi kami tidak akan meremehkan lawan dan kami akan lebih berusaha untuk persiapan lebih lengkap lagi,” kata mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut.

Editor : Muhammad Fadhil

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version