Home News Edukasi Stop Bullying, Karena itu Bukan Candaan!
EdukasiNews

Stop Bullying, Karena itu Bukan Candaan!

Share
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala di SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar. Foto : FH USK | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM –  Edukasi perundungan (bullying) menjadi sangat penting karena dapat membantu para siswa untuk mengenali perilaku perundungan di dunia maya dan dunia nyata. Para siswa yang tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi perilaku perundungan cenderung lebih siap untuk menghadapinya.

Demikian disampaikan oleh Saifuddin Bantasyam SH MA saat mengawali kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala di SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar, pada Sabtu (26/9/2022) dengan tema “STOP Bullying dan Kekerasan di Sekolah.”

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan kegiatan penutup PKM yang dilaksanakan oleh FH USK yang dimulai sejak 21 September terkait Milad USK yang ke-65 di beberapa kecamatan di Aceh Besar.

Menurut Saifuddin, semua pihak mulai dari orang tua, para guru, anak didik, dan masyarakat luas, harus melihat perundungan sebagai sebuah masalah serius.

Dampak dari perbuatan tersebut tak hanya untuk jangka pendek dan menengah, melainkan juga untuk jangka panjang pada perkembangan mental dan emosional siswa.

“Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari ejekan, ancaman, pengucilan, hingga kekerasan fisik.”, jelas Saifuddin Bantasyam.

Dalam lingkungan belajar yang seharusnya aman dan mendukung, perundungan justru bisa merusak rasa percaya diri dan motivasi siswa.

“Jadi, sangat penting bagi guru untuk mengenali tanda-tanda perundungan pada para siswa. Misalnya perubahan perilaku mendadak, enggan ke sekolah, penurunan prestasi, atau keluhan fisik tanpa sebab jelas.”, kata Saifuddin.

Kepala SMAN 1 Lhoknga, Zikriah S.Pd.,M.Pd, menyambut baik kegiatan PKM FH USK tersebut.

Menurutnya, tema tentang perundungan dan kekerasan itu memang sangat tepat untuk kondisi kekinian.

“Momentumnya memang sangat tepat. Kehadiran tim FH USK kami harapkan tidak hanya dalam rangka PKM semata, melainkan juga bisa dalam sesi-sesi lain sehingga dapat menjadi warisan bagi SMAN 1 Lhoknga, dalam mencegah bullying dan kekerasan dimasa yang akan datang” kata Zikriah.

Tim PKM itu terdiri atas Prof. Dr. Ilyas Yunus S.H., M.H, Dr. Nursiti S.H., M.H, Dr. Ida Kemala Jeumpa S.H., M.H, Roslaini S.H., M.H, dan Nurhafifah S.H., M.H.

Mereka semua terlibat aktif mendampingi para siswa yang dibagi dalam 10 kelompok dari jumlah total peserta sebanyak 40 orang.

Pembagian kelompok dilakukan untuk membuat siswa menjadi pusat dari kegiatan itu sendiri.

Saifuddin dan anggota tim menyatakan salut dan terima kasih kepada SMAN 1 Lhoknga yang telah mengelola acara ini dengan baik.

Saat kerja kelompok, siswa terlihat sangat antusias. “Saat presentasi, terlihat mereka sudah memiliki pemahaman awal yang cukup baik tentang mengapa perundungan sering terjadi di berbagai sekolah.

Mereka tahu dampak kepada korban dan pelaku serta mengenai apa yang harus dilakukan oleh siswa jika jadi korban, serta bagaimana peran sekolah dan para orang tua dalam mencegah bullying.”, kata Saifuddin.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wabup Hasan Basri tak dilibatkan dalam tata kelola pemerintahan, ini jawaban Bupati Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya mengaku dirinya tak pernah dilibatkan dalam...

NewsOlahraga

4 Wakil Indonesia Bertarung di Babak Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026

POPULARITAS.COM – Sebanyak empat wakil Indonesia akan bertanding pada babak semifinal bulu...

News

3 Kapal Kemenhub Perkuat Operasi Pencarian Korban KMP Virgo

POPULARITAS.COM –  Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KMP Virgo Transport 8...

HukumNews

Kementerian Imipas Nonaktifkan Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Lainnya

POPULARITAS.COM – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menonaktifkan Kepala Lapas Kelas IIA...

Exit mobile version