Home Headline ‘Stunting Lebih Berbahaya dari Virus Corona’
HeadlineKesehatanNews

‘Stunting Lebih Berbahaya dari Virus Corona’

Share
Direktur Pusat Penelitian Makanan dan Nutrisi SEAMEO RECFON dr Muchtaruddin Mansyur PhD di Jakarta, Jumat (6/3). (ANTARA/Indriani)
Share

JAKARTA (popularitas.com) Direktur Pusat Penelitian Makanan dan Nutrisi SEAMEO RECFON dr Muchtaruddin Mansyur PhD mengatakan dampak yang ditimbulkan oleh stunting atau kekerdilan lebih berbahaya daripada virus corona atau Covid-19.

“Stunting dampaknya lebih berbahaya dari Covid-19 atau virus corona. Dalam kasus virus corona, kalau ada yang meninggal ya sudah. Tapi kalau stunting, kalau umurnya 50 tahun maka selama 50 tahun itu akan menjadi beban demografi,” ujar Muchtaruddin usai penandatanganan kerja sama antara Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Lombok Timur dan SEAMEO RECFON dalam penurunan stunting di Jakarta, Jumat (6/3/2020) dikutip dari antara.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus pada masalah stunting tersebut.

“Sekitar 95 persen individu yang terinfeksi virus corona itu sembuh,” tambah dia.

Dia menambahkan ada hikmah dibalik merebaknya wabah virus corona tersebut. Gaya hidup masyarakat mengalami perubahan dari sebelumnya kurang bersih dan sehat menjadi lebih perhatian pada kebersihan dan kesehatan.

“Yang biasanya jarang cuci tangan, sekarang jadi sering cuci tangan. Tapi ada komponen yang penting dari itu semua yakni makanan yang dikonsumsi harus gizi seimbang,” tambah dia.

Dengan memakan makanan gizi seimbang, maka imunitas juga meningkat. Begitu juga dengan aspek sanitasi juga mendapatkan perhatian dengan adanya wabah tersebut.

Muchtaruddin menjelaskan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut jika sudah diterapkan sehari-hari, maka akan menurun pada generasi selanjutnya.

“Anak yang dilahirkan pun sehat dan bebas stunting,” jelas dia.

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan stunting dari angka 30 persen pada 2018 menjadi 14 persen pada 2024. Penurunan angka tersebut merupakan target besar yang membutuhkan kerja keras dan kolaborasi multisektoral.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version