POPULARITAS.COM – Ekspor lidi sawit asal Sumatera Utara diminati berbagai negara, nilai ekspornya di sepanjang 2026 mencapai Rp 197,29 miliar. Angka ini melampaui capaian tahun 2025 yakni Rp 108,42 miliar.
Kepala Karantina Sumatera Utara N Prayatno Ginting mengatakan, sejak pertama kali diekspor tahun 2024, lidi tersebut punya tiga pasar utama, yakni Pakistan, China, dan Vietnam. Pakistan yang paling berminat mengimpor lidi tersebut.
“Pada 2025, pengiriman lidi Sumut ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram. Selain itu lidi juga telah menjangkau negara Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan hingga Arab Saudi,” ujar Prayatno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).
Prayatno mengatakan keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari konsistensi pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan, sehingga lidi sawit berkembang menjadi salah satu komoditas yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah,” ujar Prayatno
Sementara itu, melansir Kompas.com, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Karantina, Wisnu Wasisa Putra mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mendampingi pelaku UMKM meningkatkan ekspor lidi tersebut ke berbagai negara.
Namun ke depannya dia meminta pelaku usaha lebih memahami persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan sebelum mengekspor produknya.
“Peran Badan Karantina hadir untuk memastikan setiap kilogram lidi yang diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, memenuhi persyaratan sanitasi dan mutu negara tujuan, serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk hasil pertanian Indonesia,” pungkas Wisnu.


Leave a comment