Home News Suplai air akan terhenti di delapan kecamatan di Pidie
News

Suplai air akan terhenti di delapan kecamatan di Pidie

Share
Lahan sawah yang sudah dibajak di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (15/5/2022). (Nurzahri/popularitas.com)
Share

POPULARITAS.COM – Rekanan pelaksana proyek rehabilitasi jaringan Irigasi D.I. Baro Raya di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie akan segera melaksanakan pekerjaan kontruksi tersebut.

Penelusuran popularitas.com, paket berjudul “Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Baro Raya (12.194 Ha) di Kabupaten Pidie” dengan anggaran bersumber APBN 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Satuan kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaat Air Sumatera I Provinsi Aceh itu dikerjakan oleh CV. Fariz Dua dengan nilai kontrak Rp 7.920.000.000 dari dasar HPS Rp 9.900.000.000.

Disebabkan jaringan irigasi D.I Baro Raya akan dilakukan rehabilitasi, praktis proses pengairan air ke 12.194 hektare lahan sawah yang kini telah memasuki masa tanam padi musim gadu akan terputus selama proyek tersebut dikerjakan.

Diketahui, untuk wilayah Kabupaten Pidie sendiri, saat ini telah memasuki musim tanam gadu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasbalah menyebutkan, pihaknya telah menerima tembusan surat pemberitahuan tentang pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan Irigasi D.I Baro Raya pada Selasa, 10 Mei 2022.

Bahkan pihaknya sudah menyurati Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan-kecamatan tersebut perihal adanya pelaksanaan proyek itu untuk dapat mengatur jadwal tanam, pemberian air dan penutupan sementara pintu air dengan maksud kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

“Karena ada Jaringan Irigasi Keumala atau D.I Baro Raya akan direhabilitasi oleh Balai, maka akan berdampak pada suplai air ke 12.194 hektar lahan sawah di delapan kecamatan akan terhenti sementara selama proyek tersebut dikerjakan,” kata Hasbalah.

Areal-areal persawahan yang akan terputus sementara pasokan air dari D.I Baro Raya itu meliputi Kecamatan Keumala, Sakti, sebagian Kecamatan Titeu, Mutiara, Peukan Baro, Kembang Tanjong, Simpang Tiga dan sebagian Kecamatan Mutiara Timur.

Kedelapan wilayah tersebut pasokan airnya untuk areal persawahan selama ini bersumber jaringan Lueng Bintang D.I Baro Raya.

Kendati tidak dapat menggarap lahan sawah untuk sektor tanaman padi musim gadu, dia menyarankan petani di daerah tersebut untuk tetap memaksimal lahan produktif tersebut untuk tanaman-tanaman penghasil lain.

“Petani di wilayah tersebut harus beralih ke komoditi lain, karena wilayah tersebut nanti akan kering akibat pasokan air yang terputus selama proyek tersebut berjalan,” ungkapnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

70 Persen Masyarakat Masih Belum Konsisten Merawat Rupiah

POPULARITAS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat baru 30 persen masyarakat di Aceh...

News

Petani Hilang Terseret Arus Sungai, Tim SAR Telusuri Sungai di Aceh Jaya

POPULARITAS.COM – Tim SAR gabungan mencari seorang petani yang dilaporkan hilang setelah...

News

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran

POPULARITAS.COM – Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap situasi hak asasi...

News

Perbaikan Jembatan Blang Miro-Kumbang Pidie Jaya Ditargetkan Rampung November 2026

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie Jaya mulai menangani kerusakan oprit dan badan jalan...

Exit mobile version