Home News Surat Bupati Aceh Barat larang pengajian di Masjid Al Ka’biy inkonstitusional
NewsSyariat Islam

Surat Bupati Aceh Barat larang pengajian di Masjid Al Ka’biy inkonstitusional

Share
PN Meulaboh kabulkan gugatan Masjid Al Ka’biy terhadap Pemkab Aceh Barat
Share

POPULARITAS.COM – Akbarul Fajri, kuasa hukum Masjid Jabir Al- Ka’biy mengatakan, surat Bupati Aceh Barat perihal pelarangan pengajian di rumah ibadah milik Yayasan Hadyur Rasul, adalah bentuk pelanggaran hak asasi warga Indonesia yang dijamin oleh undang-undang.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/2/2022), Akbarul Fajri menjelaskan, surat Bupati Aceh Barat tertanggal 26 Januari 2022 berupa maklumat yang ditujukan kepada BKM Masjid Jabir Al- Kabiy adalah kebijakan inskontitusional dan perbuatan melawan hukum. Sebab, katanya lagi, negara menjamin warganya untuk beragama serta keyakinannya.

“Penilaian kami, surat maklumat larangan pengajian di Masjid Jabir Al Kabiy adalah cacat hukum dan inkonstitusional,” terangnya.

Melalui keterangan tertulisnya yangg diterima redaksi popularitas.com, Akbarul Fajri juga meluruskan tudingan mengenai pengajian di Masjid Jabir Al Kabiy adalah berupa aliran Salafy Wahabi. Namun yang benar, selama ini pelaksanaan ibadah di Masjid dan juga kegiatan ceramah serta pengajian mengikuti aliran Ahlussunaah Waljama’ah.

“Jadi di Masjid Jabir Al Kabiy tidak ada itu pengajian salafy wahabi, tapi yang benar adalah kajian Ahlussunnah waljama’ah,” tegasnya.

Akbarul Fajri juga menjelaskan, Masjid Jabir Al-Ka`biy secara penuh berada di bawah penguasaan Yayasan Hadyur Rasul berdasarkan Akta Notaris Penyerahan dan Penerimaan Hak Pengelolaan (Nadzir) Atas Tanah Wakaf Nomor 07 Tanggal 8 Maret Tahun 2019, maka segala agenda yang hendak diadakan di Jabir Al-Ka`biy, harus berdasarkan izin dari BKM, kecuali untuk keperluan ibadah salat. 

Karena itu, merujuk pada UU dan aturan yang ada, maka perihal kepengurusan BKM Masjid sepenuhnya merupakan hak Yayasan Hadyur Rasul yang tidak dapat diintervensi oleh siapa pun juga.

Terkait dengan status Masjid yang belum terdaftar dalam sistem informasi Masjid (SIMAS) di Kementrian Agama RI, Akbarul Fajri menyebutkan, saat ini pihak yayasan terus melakukan upaya-upaya melengkapi administrasi dan porses yang ada, agar Jabir Al Kabiy dapat segera terdaftar sebagai Masjid yang teregistrasi di SIMAS.

“Proses pelengkapan administrasi terus dilakukan pihak yayasan, dan upaya itu tidak pernah berhenti,” katanya lagi.

Melengkapi administrasi tersebut merupakan prioritas pihak yayasan, hal itu dimaksudkan agar Jabir Al Kabiy segera terdaftar dalam SIMAS, dan diakui keberadaanya sebagai Masjid, sehingga pelaksanaan sholat jumat dapat kembali dilangsungkan di rumah ibadah itu.

Pihak Yayasan sendiri, terangnya lagi, akan selalu mengedepan dialog dan Musyawarah untuk penyelesaian persoalan yang ada. Namun tentu, proses hukum akan tetap dilakukan sebagai alternatif terakhir.

“PIhak Yayasan berharap persoalan Masjid Jabir Al Kabiy dapat diselesaikan dengan cara Musyawarah dan dialog,” demikian Akbarul Fajri.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version