Home News Taiwan di antara Amerika Serikat dan China serta ancaman perang
News

Taiwan di antara Amerika Serikat dan China serta ancaman perang

Share
Xi Jinping bertemu Joe Biden, ini yang mereka bicarakan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan). ANTARA/China Daily/mii/am
Share

POPULARITAS.COM – Pada 8 Desember 2022, Senat Amerika Serikat meloloskan RUU Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act/NDAA).

Presiden USA Joe Biden sendiri, telah menandatangani UU itu untuk tahun fiskal 2023. Regulasi itu, beri kewenangan kepada Presiden Amerika Serikat, untuk hibahkan kepada alat pertahanan militer, bantuan pelatihan militer senilai USD 1 miliar setiap tahunnya. 

NDAA “akan secara dramatis meningkatkan kemitraan pertahanan Amerika Serikat dengan Taiwan,” kata Senator Bob Menendez, ketua Komite Hubungan Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan menjelang pengesahan RUU tersebut, dikutip dari VOAIndonesia (9/12/2022).

Tak pelak, UU itu membuat China meradang. Negeri tirai Bambu itu menyesalkan dan menentang keras sikap Amerika Serikat tersebut.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri China Mao Ning, dalam keterangannya menegaskan bahwa, Taiwan adalah bagian negaranya. Wilayah itu dapat dipersatukan kembali dengan paksa, jika perlu lebih agresif dibawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Kementrian Luar Negeri China juga menilai UU itu sebagai bentuk provikasi politik, dan ancaman, serta mencampuri urusan dalam negeri China, serta mendiskreditkan Partai Komunis China (PKC).

Karenanya, Kemenlu China meinta Amerika Serikat untuk hentikan segala upaya mengekang China dengan memainkan isu Taiwan, dan menggembosi prinsip Satu China.

“Kami mendesak AS bersungguh-sungguh menindaklanjuti rasa saling pengertian yang telah dicapai Presiden AS dan Presiden China di Bali, meninggalkan mentalitas Perang Dingin, dan tidak bersikap negatif terkait China dalam undang-undang baru tersebut,” ujar MFA.

China telah menyatakan akan mengambil tindakan tegas demi menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan dalam negeri.

Dalam NDAA Tahun Fiskal 2023 itu, AS mengalokasikan dana 816,7 miliar dolar AS (sekitar Rp12,81 kuadriliun) untuk departemen pertahanan negaranya. 

 

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version