POPULARITAS.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, menyesalkan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindangan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) yang tak mampu menyerap atau menghabiskan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun Anggaran (TA) 2024 capai Rp 5,4 miliar.
Sambung pria yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie itu, dana DAK non fisik yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat untuk menyukseskan program nasional yang menjadi kewenangan daerah setempat itu sangatlah besar yang mencapai Rp 10,93 miliar.
Dari jumlah tersebut, DP3AKB hanya mampu menyerap sekira 5,4 miliar atau 50 persen.
Padahal berdasarkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana No 14 Tahun 2023 Tentang Juknis Penggunaan Dana BOKB TA 2024 telah ditentukan menu-menu kegiatan untuk membelanjakan dana tersebut.
Kata dia, dampak dari tidak terserapnya dana tranfer itu, tentunya berimplikasi terhadap target capaian yang diharapkan.
“Kita sebenarnya sangat menyesalkan dana sudah ada kok tidak bisa diserap, dihabiskan,” kata anggota DPRK Pidie, Nasrul Syam dalam keterangannya kepada popularitas.com, Rabu (13/8/2025).
Diapun menilai ada persoalan serius pada manajemen penyelenggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana akibat tak mampu menyerap total dana tersebut.
“Jika dana tidak mampu diserap habis, itu artinya ada persoalan dimanajemennya,” bebernya.
Diapun meminta Pemerintah Pidie, untuk memberi perhatian khusus terkait rendahhya serapan anggaran yang sudah digelontorkan Pusat itu.
“Anggaran yang begitu besar tak mampu diserap ini harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah daerah Pidie,” tambahnya.

Leave a comment