Home Kesehatan Tantangan Utama Penanggulangan KLB Campak di Indonesia, Enggan Imunisasi
KesehatanNews

Tantangan Utama Penanggulangan KLB Campak di Indonesia, Enggan Imunisasi

Share
KLB Campak | HO
Share

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan, tantangan pertama datang dari rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap imunisasi. Kondisi ini membuat target cakupan imunisasi tidak tercapai.

“Edukasi yang harus disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa vaksin campak aman dan efektif untuk mencegah penyakit campak yang bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian,” ujar Aji di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Selain itu, ketidakpercayaan terhadap keamanan vaksin akibat hoaks di media sosial dan lingkungan sekitar turut memperburuk situasi. Faktor sosial-budaya, kondisi rumah yang kurang sehat, hingga gizi buruk juga meningkatkan risiko komplikasi campak.

Tantangan lain yang dihadapi, yakni keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran dalam penanggulangan KLB. Kondisi geografis di beberapa daerah membuat akses layanan kesehatan, pelaksanaan surveilans, dan imunisasi menjadi sulit.

“Kesulitan juga muncul dalam merujuk kasus campak dengan komplikasi ke fasilitas kesehatan. Kapasitas petugas di lapangan masih bervariasi dalam deteksi dini, analisis data surveilans, dan pelaksanaan imunisasi respon KLB,” tambahnya.

Aji menyesalkan masih adanya masyarakat yang tidak mematuhi anjuran isolasi. Campak kerap dianggap penyakit ringan, padahal dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian.

Untuk itu, Kemenkes terus menggalakkan edukasi, terutama kepada orang tua, agar memahami bahwa vaksin campak terbukti aman. Efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti demam atau ruam di bekas suntikan, sementara manfaatnya mampu melindungi anak dari komplikasi berbahaya sekaligus melindungi kelompok rentan.

Sebagai langkah konkret, Kemenkes melakukan penguatan surveilans campak-rubella dengan penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak erat, hingga isolasi kasus untuk mencegah penularan. Pemberian vitamin A juga dilakukan bagi penderita untuk mengurangi risiko komplikasi.

Selain itu, Kemenkes melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI), imunisasi kejar, dan mengeluarkan surat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak kepada seluruh dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota. Langkah ini menjadi acuan kewaspadaan dini sekaligus upaya memutus rantai penularan campak di Indonesia.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version