Home Headline Tenaga Medis Positif COVID-19 Dipindahkan ke Asrama Haji Banda Aceh
HeadlineKesehatanNews

Tenaga Medis Positif COVID-19 Dipindahkan ke Asrama Haji Banda Aceh

Share
Bertahan untuk melawan, seperti strategi memainkan perang, bersembunyi lalu menyerang. Filosifi itulah sebenarnya yang harus diterapkan sekarang untuk melawan Covid-19. Seperti anak muda sedang memainkan game perang PUPG.
Petugas medis menunggu pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19), untuk naik kereta TGV medis kecepatan tinggi di sebuah stasiun di Strasbourg, Prancis, Jumat (3/4/2020). (ANTARA FOTO/Patrick Hertzog/Pool via REUTERS/AWW/djo)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Sejumlah tenaga medis positif COVID-19 yang dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dipindahkan ke asrama haji setempat sebagai ruang isolasi mandiri, seiring dengan jumlah kasus virus itu di Aceh meningkat drastis.

Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh mengatakan, pasien positif COVID-19 yang dipindahkan ke asrama haji tersebut, khusus mereka yang berstatus tenaga medis, tidak untuk masyarakat umum.

“Tempatnya (asrama haji) digunakan untuk tenaga medis, paramedis, dan tenaga kesehatan lainnya dari RSUDZA yang begitu banyak positif dan yang tidak bergejala atau gejala ringan, jadi asrama haji sementara digunakan untuk itu,” katanya, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Ia mengatakan ruang respiratory intensive care unit (RICU) dan ruang isolasi pinere di RSUD Zainoel Abidin difokuskan penggunaanya untuk menampung pasien rujukan dari kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Ia mengatakan apabila masih juga tidak tertampung maka sesuai dengan surat edaran Gubernur Aceh bahwa seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menambahkan kapasitas jumlah bed isolasi COVID-19 di setiap rumah sakit rujukan.

“Maka yang positif dan tidak bergejala tidak lagi dirujuk ke RSUDZA, jadi RSUDZA lebih baik merawat yang bergejala dengan gradasi sedang dan berat-berat saja,” katanya.

Dia menjelaskan segala keputusan terhadap penanggulangan COVID-19 sebagai dinamis, dengan melihat perkembangan kasus seiring berjalannya waktu, dengan selalu siap semua perencanaan menangani COVID-19.

Azharuddin menyebut 29 orang tenaga kesehatan di RSUD Zainoel Abidin yang terpapar COVID-19 serta 36 warga lainnya yang positif dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Ia mengatakan saat ini asrama haji tidak bisa digunakan bagi masyarakat, karena warga biasa yang positif harus lebih intensif perawatannya dibandingkan dengan tenaga medis yang relatif lebih paham dalam merawat diri sendiri.

“Asrama haji saat ini tidak mungkin untuk merawat pasien dari masyarakat yang positif COVID-19, karena belum tersedia pendukung Iain, seperti alat-alat medis dan logistik standar lainnya,” ujarnya. (Ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version