POPULARITAS.COM – Rutan kelas IIB Tapaktuan Aceh Selatan, Kamis 13 November 2025, gelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di acara itu juga, ditampilkan Grup Dikee yang anggotanya merupakan warga binaan di lapas tersebut.
Acara maulid itu juga dilakukan kegiatan santunan anak yatim. Ratusan warga binaan, kepala rutan serta para ASN dan ibu-bu Dharwa Wanita, ikut partisipasi meriahkan acara itu.
Kepala Rutan, Ramli dalam sambutannya menjelaskan bahwa esensi dari peringatan Maulid ini yaitu menanamkan nilai-nilai aqidah dan akhlak sebagai bentuk pembinaan bagi WB, oleh karenanya ia mengajak seluruhnya terutama WB untuk meresapi tausyiah yang disampaikan.
“Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan serta pemenuhan hak warga binaan untuk mendapatkan akses pengetahuan agama sebagaimana menanamkan nilai aqidah dan akhlak yang ditunjukan oleh manusia terbaik di bumi ini yakni nabi kita, Muhammad SAW. Resapi apa yang disampaikan dan jadikan momentum ini untuk meningkatkan diri.” Seru Ramli.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini bertajuk “Meneladani Akhlak dan Perilaku Nabi Muhammad Sebagai Upaya Untuk Memperbaiki Diri dan Meningkatkan Ketaqwaan” sebagai syiar bagaimana seharusnya Nabi Muhammad kita jadikan role model dalam kehidupan sehari-hari dan upaya memperbaiki diri.
Sesuai dengan tema dimaksud, Tgk. Ismail dari Labuhan Haji dalam tausyiahnya menyampaikan prinsip akhlakul karimah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Alangkah sempurnanya contoh yang diberikan mulai dari hal kecil seperti makan, minum, mandi, dan sebagainya. Bahkan penelitian ilmiah pun telah membuktikan bahwa apa yang dicontohkannya memiliki manfaat yang besar seperti anjuran minum dalam keadaan duduk, membersihkan najis tujuh kali basuhan yang basuhan terakhir menggunakan air campur tanah.
“Nabi Muhammad adalah sebaik-baiknya contoh bagi kita, apa yang diajarkan mulai dari makan, minum, dan sebagainya benar-benar sempurna dan memberikan banyak manfaat bahkan hal tersebut terbukti secara ilmiah. Oleh karenanya marilah kita teladani akhlak Nabi Muhammad di kehidupan kita” ujar Tgk. Ismail.
Selanjutnya, ia mengingatkan terkait dengan takdir bahwasanya jodoh, maut, dan semuanya telah diatur, kita hanya dapat berdoa sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik.
Terakhir, ia berpesan kepada para hadirin terutama WB yang sedang menjalani pidana agar selalu percaya terhadap ketentuan yang Allah tetapkan karena semua pasti ada hikmahnya, selalu bersabar dalam menghadapi masalah dan berupaya untuk memperbaiki diri sebagaimana kemudian ia menutup tausyiah dengan pembacaan do’a.

Leave a comment