Home News Toyota dan Suzuki rencanakan tutup sebagian pabrik di Pakistan
News

Toyota dan Suzuki rencanakan tutup sebagian pabrik di Pakistan

Share
Logo Toyota dipamerkan di Bangkok International Motor Show ke-38 di Bangkok, Thailand 28 Maret 2017. (ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmetha)
Share

POPULARITAS.COM – Dua perakit mobil terkemuka Pakistan, Toyota dan Suzuki, merencanakan penutupan sebagian pabrik pada bulan depan karena tidak tersedianya bahan baku di tengah pembatasan impor dan volatilitas nilai tukar, kata pejabat di kedua perusahaan, Rabu (27/7/2022).

Pemerintah negara itu dalam beberapa pekan terakhir telah berusaha untuk mengekang impor dalam menghadapi cadangan devisa yang menipis dengan cepat, mata uang yang menurun, dan defisit transaksi berjalan yang melebar, yang menyebabkan mata uang rupee kehilangan lebih dari 20 persen nilainya tahun ini.

Langkah ini memiliki efek cascading pada industri yang bergantung pada impor untuk menyelesaikan barang jadi karena mereka mengatakan bank sentral telah menunda izin letter of credit, dengan bank menghadapi kekurangan dolar, mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengimpor bahan.

“Akan ada 10 hari kerja bulan depan, hanya jika bank sentral mengizinkan kami untuk membuka letter of credit berdasarkan kuota yang mereka janjikan,” kata kepala eksekutif di Indus Motor Company Ltd yang merakit kendaraan Toyota di Pakistan Ali Asghar Jamali, dikutip Reuters, Kamis (28/7/2022).

Dia mengatakan perusahaan menawarkan pengembalian uang kepada pelanggan yang menghadapi penundaan dan markup pada pembayaran mereka, dengan pengiriman kemungkinan akan tertunda setidaknya tiga bulan dan harga akan direvisi karena negara tidak memiliki dolar yang tersedia.

Cadangan dengan bank sentral telah jatuh ke level 9,3 miliar dollar AS, cukup untuk menutupi kurang dari dua bulan impor. Defisit transaksi berjalan untuk tahun keuangan terakhir menyentuh 5 persen dari PDB dengan impor mencapai rekor tertinggi.

Pak Suzuki, yang merakit kendaraan Suzuki secara lokal, menggemakan sentimen tersebut, mengutip mekanisme baru bank sentral untuk persetujuan impor sebelumnya.

“Pembatasan berdampak buruk pada izin kiriman impor dari pelabuhan,” kata kepala humas Pak Suzuki Motors, Shafiq A. Shaikh.

Dia mengatakan tidak tersedianya bahan dapat mengakibatkan penutupan pabrik pada bulan Agustus.

“Jika situasi yang sama terus berlanjut, maka mulai Agustus 2022 kami memiliki masalah besar,” kata Syaikh.

Bank Negara Pakistan tidak menanggapi permintaan komentar.

Penjualan mobil rakitan lokal di Pakistan melonjak sekitar 50 persen dari Juli 2021 hingga Mei 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Asosiasi Manufaktur Otomotif Pakistan. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version