POPULARITAS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Iran agar membuka Selat Hormuz, disertai tenggat waktu 48 jam sebelum langkah tegas diambil. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Sabtu (4/4/2026).
“Ingatan ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat perjanjian atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis, 48 jam sebelum neraka menimpa mereka,” tulis Trump. Pernyataan tersebut menegaskan sikap keras Washington di tengah memanasnya situasi dengan Teheran.
Ultimatum ini memperuncing ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Meningkatnya tensi di kawasan itu dinilai dapat memperbesar risiko terhadap stabilitas pasar energi internasional.

Sampai saat ini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Sejak perang antara Iran, AS, dan sekutunya pecah pada 28 Februari 2026, Iran diketahui mengontrol dan membatasi lalu lintas kapal di selat tersebut sebagai bentuk tekanan geopolitik. Menurut intelijen AS yang dilaporkan The New York Times, Iran kemungkinan akan mempertahankan kontrol itu lebih lama karena posisinya di Selat Hormuz memberi Teheran leverage penting untuk menekan Washington dan negara-negara lain dalam konflik yang sedang berlangsung.
Leave a comment