POPULARITAS.COM – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW-PKB) Aceh, mempercayakan posisi wakil ketua kepada Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi untuk masa bakti 2026-2031.
Sibral Malasyi sendiri merupakan Ketua Majelis Pimpinam Cabang (MPC) Partai Aceh Sejahtera (PAS) Pidie Jaya, yang merupakan salah satu partai lokal (Parlok) di Aceh.
Praktis, kondisi tersebut memunculkan spekulasi di tengah-tengah masyarakat, jika Bupati Pidie Jaya itu telah meninggalkan partai PAS.
Namun, spekulasi itu dibantah keras langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Majelis Pimpinan Pusat (MPP) PAS Aceh, Tu Bulqaini.
Bahkan Tu Bulqaini menegaskan, kendati Syibral Malasyi mendapat amanah sebagai wakil ketua DPW PKB masa tugas 2026–2031, pria yang kini menduduki jabatan Bupati Pidie Jaya itu tidak pernah meninggalkan PAS.
Bahkan masih, Syibral masih berstatus sebagai Ketua Majelis Pimpinam Cabang (MPC) Partai PAS Pidie Jaya.
“Perlu kami (MPP PAS Aceh) tegaskan bahwa tidak ada persoalan terkait keikutsertaan Sibral Malasyi dalam kepengurusan DPW PKB Aceh. Hal ini harus dipahami secara utuh dalam kerangka hukum dan dinamika politik di Aceh yang memang memiliki kekhususan,” ujar Tu Bilqaini, Sabtu (4/4/2026).
Tu bahkan menjelaskan, secara regulasi, keanggotaan partai politik lokal dapat dirangkap dengan keanggotaannya pada partai politik nasional, sebagaimana diatur UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh dan Peraturan Pemerintah (PP) 20 Tahun 2007 Tentang Partai Politik Lokal.
“Jadi ini bukan pelanggaran, bukan pula bentuk meninggalkan partai, tetapi bagian dari mekanisme yang memang dibenarkan oleh aturan yang berlaku. Artinya, H. Sibral tetap sebagai Ketua PAS Pidie Jaya,” ungkap Tu Bulqaini.
Tu Bulqaini bahkan meminta kader, simpatisan PAS serta masyarakat luas agar melihat kondisi tersebut sebagai bentuk kerja sama dan afiliasi politik konstruktif yang sedang dibangun oleh Syibral untuk kepentingan Pidie Jaya dan Aceh secara global.
“Kolaborasi antara partai politik lokal dan nasional dapat memperkuat posisi kader dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kerja sama dan afiliasi politik yang justru bisa memperkuat posisi dan peran kader dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Apalagi selama ini hubungan antara partai-partai, baik lokal maupun nasional, juga telah terbangun dalam berbagai momentum politik, termasuk dalam Pilkada yang lalu,” tambahnya.

Leave a comment