POPULARITAS.COM – Udara mendadak terasa lebih dingin begitu langkah memasuki rimbun hutan di Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Aroma tanah basah dan dedaunan menyeruak, sementara dari balik pepohonan, suara air yang jatuh terdengar makin jelas.
Lalu, pemandangan itu muncul: air jernih mengalir di sela bebatuan, jatuh bertingkat-tingkat membentuk undakan alami. Inilah Air Terjun Tingkat Tujuh.
Airnya berasal dari pegunungan di atasnya, sehingga terasa segar dan jernih dengan warna hijau kebiruan. Celupkan kaki ke kolamnya, dan dinginnya langsung menjalar hingga ke betis, membuat tubuh yang berkeringat usai berjalan kaki seketika terasa segar.
Tujuh Kolam, Tujuh Suasana
Sesuai namanya, air terjun ini memiliki tujuh tingkatan. Masing-masing setinggi sekitar dua hingga lima meter, dan di setiap undakan terbentuk kolam alami tempat pengunjung bisa berendam.
Jarak antara tingkat pertama hingga keempat relatif berdekatan. Namun, untuk mencapai tingkat kelima hingga ketujuh, pengunjung harus menempuh jalur yang lebih jauh dan menantang.
Setiap tingkatan menawarkan suasana berbeda. Ada yang lapang dan ramai oleh tawa pengunjung yang berendam, ada pula yang lebih sunyi, hanya ditemani suara air dan kicau burung dari balik rimbun dahan.
Kawasan ini juga tercatat sebagai salah satu wisata alam andalan Aceh Selatan, bersanding dengan Pemandian Panjupian dan destinasi lain di kabupaten yang berbatasan langsung dengan hutan Ekosistem Leuser ini.
Mi Hangat di Udara Dingin
Suasana sejuk dan suara air yang terus mengalir kerap membuat pengunjung betah berlama-lama. Karena itu, membawa bekal dari rumah bisa jadi pilihan.
Bagi yang tak sempat, di sekitar kawasan tersedia makanan sederhana seperti mi instan dan mi goreng.
Meski sederhana, sensasinya sulit ditandingi. Uap mi rebus yang mengepul, kuahnya yang gurih dan hangat mengalir di tenggorokan, sementara tubuh masih basah dan menggigil usai berendam. Ditemani gemericik air dan udara pegunungan, semangkuk mi bisa terasa lebih nikmat daripada hidangan restoran mana pun.

Tanah Sang Naga
Air Terjun Tingkat Tujuh tak hanya menawarkan kesegaran. Ia juga menyimpan cerita.
Dalam legenda Tuan Tapa, kawasan ini dipercaya sebagai tempat pemandian Putri Naga, putri bungsu yang dibesarkan sepasang naga.
Kisah itu terasa makin dekat karena Batu Itam sendiri lekat dengan legenda tersebut. Sepasang naga dan putri bungsunya dikisahkan tinggal di sekitar wilayah ini. Di Desa Batu Itam pula terdapat karang berbentuk hati yang menurut cerita merupakan bagian tubuh naga yang kalah bertarung melawan Tuan Tapa.
Hampir semua objek wisata di Tapaktuan memang berkaitan dengan legenda Tuan Tapa, dan Air Terjun Tingkat Tujuh menjadi salah satunya, bersama Tapak Tuan Tapa, Makam Tuan Tapa, Patung Naga, dan Pulau Dua.
Terlepas dari benar tidaknya, legenda Putri Naga telah menjadi bagian dari identitas air terjun ini. Alam menghadirkan keindahan yang bisa dinikmati langsung, sementara legenda memberi ruang bagi imajinasi.
Akses Mudah dari Pusat Kota
Air Terjun Tingkat Tujuh berjarak sekitar 8,5 kilometer dari pusat Kota Tapaktuan, atau sekitar 16 menit dengan sepeda motor. Dari Banda Aceh, jaraknya lebih dari 400 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari delapan jam menggunakan mobil.
Papan petunjuk arah sudah tersedia dari jalan nasional. Sebuah gapura selamat datang menjadi penanda bahwa lokasi sudah dekat. Dari gapura, perjalanan berlanjut sekitar satu kilometer menuju area parkir.
Setelah itu, pengunjung berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar satu kilometer. Pepohonan tumbuh rapat di kiri-kanan jalur, dan suara air yang kian nyaring menjadi penunjuk arah alami.
Jalurnya berbatu dan bisa licin, terutama setelah hujan. Alas kaki yang nyaman dan tidak licin sangat disarankan.
Tak Harus Sampai Puncak
Meski punya tujuh tingkatan, pengunjung tak perlu memaksakan diri mencapai yang paling atas.
Pengunjung umumnya disarankan menikmati kawasan hingga tingkat kelima. Perjalanan ke tingkat keenam dan ketujuh membutuhkan kehati-hatian ekstra karena medannya makin curam dan licin, dengan waktu tempuh hampir setengah jam.
Kondisi cuaca, debit air, dan kemampuan fisik perlu jadi pertimbangan. Sebab, menikmati alam tak selalu berarti harus mencapai titik tertinggi. Kadang, duduk di salah satu undakan sambil mendengarkan air sudah lebih dari cukup.
“Suara Airnya Menenangkan”
Kurniawan, pengunjung asal Blangpidie, Aceh Barat Daya, mengaku terkesan dengan suasana di Air Terjun Tingkat Tujuh.
“Air terjunnya memiliki daya tarik tersendiri. Suasana alamnya masih terasa, udaranya sejuk, dan suara air membuat kita bisa menikmati ketenangan. Perjalanan menuju lokasi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ujar Kurniawan.
Pria yang akrab disapa Iwan itu menilai destinasi ini layak terus diperkenalkan. Selain panorama alam, legenda Putri Naga menjadi nilai tambah yang membuatnya punya cerita tersendiri.
Merawat Warisan
Keindahan Air Terjun Tingkat Tujuh perlu dijaga bersama. Pengunjung diharapkan tidak meninggalkan sampah, tidak merusak tumbuhan, dan tetap berhati-hati di sekitar kolam dan bebatuan.
Legenda Putri Naga juga patut terus dituturkan, agar wisatawan tak hanya membawa pulang foto, tetapi juga mengenal kekayaan cerita rakyat Aceh Selatan.
Saat matahari mulai condong dan bayangan pepohonan memanjang di permukaan kolam, suara air masih terus berjatuhan dari undakan ke undakan. Mungkin di situlah pesona sesungguhnya: keindahan yang sederhana, dan cerita yang membuat orang ingin kembali.
Leave a comment