Home News Unicef: 40 Persen Remaja di RI Masih Keluyuran Maret Lalu
News

Unicef: 40 Persen Remaja di RI Masih Keluyuran Maret Lalu

Share
Polisi bubarkan aksi balap liar. (ist)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Riset United Nation Children’s Fund (Unicef) Indonesia mengungkapkan di tengah-tengah pandemi corona sebanyak 40 persen remaja masih berada di luar rumah untuk kepentingan selain berobat dan membeli makanan.

Riset itu berdasarkan survei kepada kurang lebih 4.000 responden anak-anak usia 16-18 tahun di seluruh Indonesia pada Maret lalu.

“Artinya larangan untuk tidak kumpul, tidak bepergian, atau di rumah saja, itu perlu diperkuat,” ujar Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku Unicef Indonesia Rizky Ika Syafitri dalam video conference, Sabtu, 11 April 2020.

Berkaca dari hasil tersebut, ia mengimbau para orang tua untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak di tengah penyebaran virus corona ini. Sebab, anak-anak cenderung mencontoh perilaku orang dewasa.

“Misalnya, cuci tangan pakai sabun, berpergian memakai masker, dan membawa hand sanitizer saat keluar rumah. Yang lain adalah be kind, tetap baik menjaga solidaritas di situasi yang sulit ini,” katanya.

Unicef Indonesia sendiri mencatat 38 persen anak-anak merasa dalam suasana hati cukup baik di tengah penyebaran virus corona, sementara, 28 persen lainnya mengaku sedih.

Senada, riset Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan sebanyak 74 persen anak mengaku masih melihat warga yang keluar rumah di lingkungan mereka.

Namun, hampir 99 persen anak-anak memahami jika gerakan di rumah saja sangat penting untuk mencegah penularan pandemi.

“Sebagian besar anak menjadi waspada dalam menghadapi situasi ini, tetapi ada anak yang merasa biasa saja,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Eko Novi Ariyanti.

Ia menyarankan orang tua harus waspada jika anak mereka bersikap paranoid terhadap pandemi corona, karena ketakutan yang berlebih dikhawatirkan dapat mengganggu psikologis anak.

Ia juga meminta orang tua waspada jika anaknya mengaku biasa saja menghadapi penyebaran virus corona, sebab dikhawatirkan anak tersebut menjadi tidak peduli dengan tindakan pencegahan penyebaran.

“Mayoritas anak-anak berharap wabah ini dapat segera tertangani, cepat reda, dan kembali seperti sedia kala sebelum Ramadan tiba,” ucapnya.

Riset Kementerian PPPA tersebut berdasarkan survei melalui google form yang dilakukan oleh pengurus Forum Anak Seluruh Indonesia pada periode 26-29 Maret 2020 dari 29 provinsi.

Mayoritas responden adalah anak usia 14-17 tahun sebanyak 90 persen. Rinciannya, 69 persen anak perempuan dan 31 persen anak laki-laki.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version