POPULARITAS.COM – Sebanyak 170 pengguna TikTok di Amerika Serikat kembali bernafas lega. Hal itu dikarenakan platform berbagai video tersebut telah dibuka blokirnya oleh negara berjuluk Paman Sam itu usai pada tanggal 18 Januari 2025 resmi ditutup.
Menurut sebuah laporan dari CNN, Donald Trump, yang akan segera dilantik sebagai Presiden AS, mengumumkan di sebuah gelaran di Washington, D.C. bahwa “TikTok sudah kembali”, lebih dari 10 jam setelah pemblokiran sebelumnya berlaku. Trump juga berbagi gagasannya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara pemerintah AS dan TikTok.
Dibuka kembalinya TikTok juga dikonfirmasi oleh perusahaan tersebut. TikTok, yang berkantor pusat di Los Angeles, pada Jumat (17/1) memperingatkan bahwa pihaknya terpaksa menutup layanannya bagi 170 juta pengguna di AS pada Minggu, kecuali Presiden AS Joe Biden memberikan jaminan yang “definitif”.
Sebelumnya pada Jumat, Mahkamah Agung AS mendukung undang-undang yang memaksa pemilik TikTok yang berasal dari China, ByteDance, untuk menjual aplikasinya ke perusahaan Amerika atau menghadapi larangan di seluruh wilayah AS mulai Minggu, sehari sebelum pelantikan Trump.
Pascakeputusan itu, jutaan pengguna berbondong-bondong mengakses situs TikTok untuk menyatakan dukungan mereka terhadap platform tersebut.
Sebelumnya dalam sesi wawancara dengan NBC News, Trump mengatakan belum membuat keputusan akhir terkait TikTok, tetapi sedang mempertimbangkan perpanjangan selama 90 hari dari batas waktu yang jatuh pada Minggu (19/1). (Xinhuanews)
